Bau Kimia Ganggu Warga Cilodan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 11:36:16 WIB   |  dibaca: 150 kali
Bau Kimia Ganggu Warga Cilodan

MENGGANGGU : Warga Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih menggunakan masker saat beraktivitas akibat bau kimia, Senin (10/6).

CILEGON - Bau kimia menyengat mengganggu aktivitas warga yang tinggal di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Bahkan sejumlah warga sudah mulai merasakan pusing-pusing, karena bau yang diduga berasal dari pabrik bahan kimia tersebut.

Warga RT 16 RW 05 Kelurahan Gunung Sugih, Mahris mengatakan, bau bahan kimia menyengat itu sudah dirasakan warga sejak lama. Bau itu, sesekali muncul dan juga terkadang hilang. "Baunya itu, bau menyeengat. Itu kadang muncul, kadang hilang. Kalau dari kapan lamanya, sudah tidak terhitung lagi," ungkapnya ditemui awak media di Cilodan, Senin (10/6).

Ia mengaku, dampak dari bau kimia tersebut sudah mulai menganggu aktivitas warga. Beberapa warga mulai merasakan pusing-pusing. “Menganggu, pasti iya. Terutama pusing kalau mencium bau yang tak sedap itu," ungkapnya.

Warga lainnya, Noviar juga mengeluhkan hal yang sama. Bau kimia menyengat itu seperti bau gas yang bocor sudah dirasakannya sejak kemarin. Diduga, bau tersebut bersumber dari salah satu pabrik yang bersampingan dengan lokasi pemukiman warga Lingkungan Cilodan. "Baru hari ini (kemarin -red) saya mencium bau kimia menyengat. Baunya seperti bau gas. Kayaknya baunya dari Chandra Asri, kan yang paling dekat lokasi warga, mana lagi kalau bukan pabrik itu," tuturnya.

Hingga saat ini, warga tidak pernah mendapat konfirmasi dari pabrik sekitar warga padahal bau bersifat nyata dan sudah menganggu. Ia khawatir, pengaruh dari bau ini akan berdampak pada kesehatan warga. "Kita saja pusing, apalagi anak-anak. Kita khawatirnya dampaknya ke kesehatan anak-anak. Warga sudah mulai was-was,” akunya.

Community Relation PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), Wawan Mulyana mengatakan, adanya dugaan warga terhadap bau menyengat yang berasal dari PT CAP mendapat respon pihaknya. Pihaknya, kata Wawan, mengecek berbagai titik pabrik, seperti plant, gate I, jetty, dan lingkungan sekitar pabrik. Dari pengecekan itu, kata Wawan, tidak ada bau yang ditimbulkan dari PT CAP. “Tadi (Kemarin siang -red), arah angin dari arah Cilegon ke arah Anyer, kami pastikan bukan dari Chandra Asri,” ujarnya.

Wawan menjelaskan, semua titik pabrik dan data dari pabrik menunjukkan data yang normal, tidak ada aktivitas yang abnormal. “Yang jelas bau itu bukan dari Chandra Asri, bau itu mungkin terbawa angin jadi berubah-rubah sesuai arah angin,” kilahnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook