11 ASN Bolos, Pemkot Siapkan Sanksi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 11:38:49 WIB   |  dibaca: 142 kali
11 ASN Bolos, Pemkot Siapkan Sanksi

BERDESAKAN : Puluhan pegawai ASN Pemkot Cilegon mengantre untuk sidik jari usai mengikuti apel hari pertama kerja paska libur Idul Fitri, di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (10/6).

CILEGON - Sebanyak 91 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tak masuk kerja paska libur Idul Fitri 2019, Senin (10/6). Dari jumlah tersebut, 11 ASN diantaranya tanpa keterangan alias membolos.

Pantauan Banten Raya, hari pertama kerja pegawai di lingkungan Pemkot Cilegon diawalai dengan apel bersama seluruh OPD di halaman kantor walikota Jalan Jenderal Sudirman Kota Cilegon, sekitar pukul 08.00 WIB.Apel tersebut juga diikuti Polres dan Kodim 0623 Cilegon. Setelah apel bersama, dilanjutkan halal bihalal antara ASN dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon.

Data yang dihimpun Banten Raya dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, jumlah kehadiran ASN mencapai angka 96,9 persen atau sebanyak 2.903 pegawai ASN dari total sebanyak 2.998 ASN.

Sisanya, sebanyak 91 ASN dilaporkan tidak hadir dengan berbagai alasan, diantaranya satu pegawai sedang menjalani tugas belajar, sembilan orang sakit, satu orang cuti alasan penting, tiga orang cuti besar, satu orang cuti di luar tanggungan negara, sembilan orang suti sakit, dan 57 orang cuti tahunan. Sementara 11 pegawai ASN tidak masuk tanpa keterangan.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi, mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan absensi pegawai di hari pertama kerja. Namun, dengan adanya sistem absensi menggunakan sidik jari, pihaknya mengklaim sudah tidak ada pegawai yang memanipulasi data absesnsi.“Setelah apel kan langsung finger print,” kata Edi ditemui usai apel yang dilanjutkan acara halal bihalal, kemarin.

Edi menambahkan, ASN yang tidak hadir pada hari pertama kerja akan kena sanksi berupa potongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) sebesar 15 persen. “Sanksinya potongan tunjangan 15 persen,” jelasnya.

Edi menegaskan, pada hari pertama kerja itu ia memastikan seluruh pelayanan publik telah kembali berjalan seperti sebelumnya. "Sudah bekerja seperti biasa para pegawai seperti di pelayanan publik dan yang lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Cilegon, Mahmudin mengatakan, rekapitulasi absensi hari pertama kerja di semua daerah, termasuk Kota Cilegon akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB). “Absensi dari seluruh OPD juga kita laporkan ke KemenpanRB,” kata Mahmudin.

Ia mengapresiasi pegawai yang telah kembali bekerja kemarin. Bagi pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan, tentu juga akan ada sanksi yang diberikan. “Tingkat kehadiran cukup tinggi, karena sebelum libur kita juga sudah meminta kepada pegawai untuk kembali bekerja pada 10 Juni 2019,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook