Barang Bukti OTT Cuma Rp 1,9 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 12:25:11 WIB   |  dibaca: 104 kali
Barang Bukti OTT Cuma Rp 1,9 Juta

BERSAKSI: Saksi dari kepolisian memberikan keterangan kepada majelis hakim soal kronologis OTT, kemarin.

SERANG- Kepolisian Resort (Polres) Serang Kota mengamankan barang bukti senilai Rp 1,9 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli), di UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Taktakan, Kota Serang dari terdakwa Adang Suganda (58), guru SD di Kecamatan Taktakan.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari kepolisian dan pihak Bank Jabar Banten (BJB) Serang untuk terdakwa Adang Suganda dan Bendahara UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan Edy Purwanto.

Saksi Briptu Nuraini mengatakan, penyelidikan dugaan pungli di UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan itu bermula dari laporan masyarakat. Untuk menindaklanjutinya, pada 16 Oktober 2017 dirinya mendapatkan perintah dari atasnyan untuk menyelidikinya.

"Pada hari Senin 16 Oktober sedang melakukan penyelidikan di kantor UPT bertemu saudara Asep yang mau menyerahkan uang administrasi, karena mertuanya bernama Nuriah (guru) baru melakukan pencairan," katanya kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Ramdes, disaksikan JPU Kejari Serang Subardi.

Menurut Nuraini, saat itu Asep hendak menyerahkan uang Rp 600 ribu sebagai uang administrasi pencairan kepada terdakwa Edy Purwanto. Dalam penyelidikan itu, dirinya bersama Asep masuk ke dalam ruang kerja Bendahara UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan tersebut. "Dia menyerahkan uang ke saudara Edy sebesar Rp 600 ribu. Itu uang administrasi, di ruang kerja saudara Edy," ujarnya.

Lebih lanjut Nuarini mengungkapkan, setelah melaporkan temuan di lapangan kepada pimpinannya dalam hal ini Kasatreskrim Polres Serang Kota, pada 23 Oktober 2017 dirinya dibantu oleh tiga anggota Reskrim melakukan pengintaian di kantor UPT Dindikbud.
 

"Pada 23 Oktober, Edy meminta kekurangan uang Rp 400 ribu. Di situ kita lakukan OTT di halaman kantor UPTD, uang diserahkan di depan kantor BMKG. Saat OTT, barang bukti yang diamankan Rp 1,9 juta. Rinciannya Rp 1,5 juta dari saudara Majni (guru), dan Asep 400 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, pegawai BJB Nova membenarkan jika ada beberapa guru di Kecamatan Taktakan melakukan pengajuan pinjaman ke bank. Namun untuk nominal pinjamannya bervariatif, sehingga dirinya tidak mengingat secara detailnya."Iya ada, cuma saya tidak ingat (jumlah pinjaman)," katanya.

Diketahui, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh petugas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan di lapangan. Keduanya pun diamankan petugas sekitar pukul 15.00-16.00, di Kantor UPT Dindikbud Taktakan.

Dalam kasus ini, Adang berperan mengumpulkan uang hasil pungli dari ASN yang mengajukan pinjaman. Uang hasil pungli tersebut kemudian diserahkan kepada Edy. Dari OTT tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa uang Rp 1,5 juta, dari total uang sebesar Rp 1,9 juta dari tangan kedua ASN tersebut.

Saat menjalankan aksinya, mereka melakukan modus pengajuan peminjaman uang ke bank yang dilakukan ASN harus melalui tanda tangan dari Edy. Melalui kuasanya itu, Edy lantas memanfaatkannya dengan meminta uang sebesar Rp 1,5 juta. Jika uang tersebut tidak diberikan, maka Edy enggan menandatangani rekomendasi peminjaman. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook