Disdukcapil Tak Gelar Operasi Yustisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 12:28:36 WIB   |  dibaca: 151 kali
Disdukcapil Tak Gelar Operasi Yustisi

ANTRE: Warga antre saat mengurus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil Kota Serang, Senin (10/6).

SERANG- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang tidak akan melakukan operasi yustisi pasca Lebaran guna mendata warga pendatang. Yang akan dilakukan hanya monitoring dan evaluasi yang tidak terikat hanya pada momen Lebaran.

Sekretaris Disdukcapil Kota Serang Hudori KA mengatakan bahwa tidak ada aturan yang bisa digunakan disdukcapil untuk melakukan operasi yustisi. Karena itu, tahun ini tidak akan ada operasi yustisi.“Kita tidak punya payung hukum untuk memaksa orang yang tinggal di Kota Serang harus memiliki kartu identitas Kota Serang,” ujar Hudori, Senin (10/6).

Hudori menyatakan bahwa dalam menyikapi pendatang yang datang ke Kota Serang, disdukcapil hanya bisa akan mengimbau agar setiap warga negara melengkapi idenititas kependudukan. Tidak ada kewajiban bagi setiap orang, termasuk pendatang, harus mengurus identitas mereka dengan melakukan pindah domisili dari tempat aslinya. “Mau ada yang langsung mengurus kepindahan sehari setelah dia di Kota Serang tidak masalah. Yang 6 tahun tinggal di Kota Serang tapi tidak mengurus juga tidak apa-apa,” katanya.

Hanya saja, mereka yang datang ke Kota Serang namun tidak mengurus dokumen kependudukan akan merasakan beberapa konsekwensi, di antaranya adalah hilangnya hak sipil dan hak politik mereka. Misalnya, mereka tidak akan bisa memilih kepala daerah atau memilih anggota legislatif dari Kota Serang.“Atau hak sipil seperti mendatangkan jaminan kesehatan daerah dan lainnya,” ujarnya.

Monitoring dan evaluasi sendiri baru akan dilakukan beberapa bulan mendatang. Saat mendatangi kontrakan nanti disdukcapil hanya akan meminta para pendatang melengkapi dokumen kependudukan mereka. Bukan memastikan mereka memiliki dokumen kependudukan Kota Serang.

Bila saat monitoring ada pendatang yang tidak memiliki dokumen kependudukan, maka yang bersangkutan akan disarankan agar mengurus surat keterangan tinggal sementara melalui RT. Setelahnya, didorong agar yang bersangkutan memiliki dokumen kependudukan permanen.

Bagawi, salah seorang staf disdukcapil mengatakan bahwa hasil monitoring dan evaluasi pada tahun sebelumnya memang masih ada warga yang belum memahami pentingnya memiliki dokumen kependudukan. Sehingga ada saja yang tidak bisa menunjukkan dokumen kependudukan, baik dari tempat asal maupun di tempat baru mereka.“Alasannya biasa tidak kebawa dokumennya,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook