Lahan SDN Cilampang Digugat Warga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 13:06:43 WIB   |  dibaca: 224 kali
Lahan SDN Cilampang Digugat Warga

BUKTI KEPEMILIKAN : Ahli waris menunjukan bukti kepemilikan lahan yang ditempati SDN Inpres Cilampang di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (10/6).

SERANG - Lahan seluas 1.791 meter persegi yang kini digunakan untuk bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Cilampang, di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang digugat warga yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut.

Warga tersebut bernama Ruslan Sirad. Dia mengaku sebagai ahli waris atas tanah berdasarkan Ipeda nomor 1049 dengan persil nomor 110 dan 112/dl yang terletak di Cilampang, Kelurahan Unyur yang kini sudah dibangun menjadi SDN Inpres Cilampang.

"Kami meyakini, baik pihak sekolah, dindik maupun Pemkot Serang tidak memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut. Karena bukti girik ada pada kami, dan kami selaku ahli waris tidak pernah melakukan transaksi jual beli," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Ruslan menjelaskan, awalnya dirinya tidak mengetahui jika tanah SDN Inpres Cilampang tersebut merupakan tanah orangtuanya yang bernama Muhammad Sirad. Hal itu baru diketahui pada tahun 2015 lantaran bukti kepemilikan tanah disembunyikan oleh adiknya.

"Orangtua pernah cerita (M Sirad), tanah itu awalnya gundukan kemudian dipapas, tanahnya dijual ke Pak Ali Yahya untuk urukan bangunan Kecamatan di Taman Sari, itu sekitar tahun 1977. Kemudian pada tahun 1978 ada instruksi dari Pak Harto (presiden saat itu) untuk pembangunan SD Inpres dan tanah itu diminta untuk jadi lokasi pembangunan," ujarnya.

Ruslan mengungkapkan, dari permintaan itu, orangtuanya menyetujui jika lahan digunakan untuk pembangunan sekolah, asalkan lahan dibeli oleh pemerintah. Namun hingga sekolah itu dibangun, tidak ada transaksi jual beli tanah. "Sampai sekarangtidak ada transaksi jual beli. Bahkan pajak tanah itu masih kami yang bayar hingga 1982. Orangtua sempat menolak karena tanahnya sudah dibangun sekolah," ungkapnya.

Ruslan menegaskan, diungkitnya hak kepemilikan lahan itu karena ahli waris hingga kini belum menerima pembayaran. Meski dirinya sudah mengadukan hal itu ke dindik dan Walikota Serang."Kita sudah melakukan mediasi baik dengan dindik maupun walikota yang baru (Syafrudin). Tapi tidak ada hasil dan kami diminta untuk mengikhlaskannya," tegasnya.

Kuasa hukum ahli waris Hernanto Purnomo mengatakan, rencananya kasus kepemilikan lahan itu akan diproses secara hukum melalui proses pengadilan dan diperdatakan. Apalagi hingga kini kepemilikan dan dokumen pemindahan hak dalam bentuk dan cara apapun tidak pernah dilakukan.

"Nanti akan kita perdatakan, dengan tergugat dindik dan walikota. Sebab langkah-langkah yang sudah kita lakukan tidak ada respons yang baik untuk klien kami ini," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto tidak dapat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya. Sedangkan pesan singkat melalui whatsapp tidak dibalas meski sudah dibaca. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook