PPDB 2019 Ditentukan Google Maps

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 11 Juni 2019 - 13:09:54 WIB   |  dibaca: 439 kali
PPDB 2019 Ditentukan Google Maps

SEKOLAH : Kepala SMA Negeri 3 Rangkasbitung Ucu Lena tengah berbincang dengan calon peserta didik baru di sekolahnya, Senin (10/6).

RANGKASBITUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 akan ditentukan melalui google maps atau peta google. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, sistem ini lebih mudah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena peserta didik tinggal melihat peta di google untuk menentukan ke sekolah mana mereka bisa masuk. Sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal, di situlah peluang terbesar diterima.

Kosasih menjelaskan, PPDB secara umum menggunakan tiga jalur, yaitu zonasi, prestasi, dan perpindahan orangtua calon siswa. Khusus untuk zonasi hanya pada jenjang pendidikan SMA, yaitu domisili calon peserta didik baru yang lebih dekat dengan sekolah tujuan. Hal tersebut, kata Kosasih sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2008 Tentang PPDB. Dalam pasal 16 disebutkan bahwa jalur zonasi memiliki kuota 90 persen dari daya tampung sekolah, jalur prestasi lima persen, dan jalur perpindahan orangtua lima persen.

"Calon peserta didik hanya boleh memilih satu dari tiga jalur yang disediakan. Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah tujuan dengan melampirkan kartu keluarga atau surat keterangan domisili," kata Kosasih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6).

Menurut Kosasih, ukuran kedekatan tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tidak dihitung dengan jarak tempuh yang dilalui calon peserta didik ke sekolah. "Misalnya calon peserta didik baru memiliki rumah berdekatan dengan sekolah tujuan, meskipun jarak tempuh harus memutar lantaran terhalang dengan aliran sungai yang membatasi rumah peserta didik baru dengan sekolah tujuan," ujar Kosasih menjelaskan.

Kata Kosasih, penetapan zonasi dengan menggunakan google maps berdasarkan hasil musyawarah antara pihak sekolah dan pemerintah daerah. Penetapan zonasi juga berlaku bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi atau kabupaten/kota. Artinya pihak sekolah harus menerima peserta didik baru yang memiliki domisili lebih dekat dengan sekolah meskipun berbeda provinsi dan kabupaten/kota.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tentang PPDB, lanjutnya, dalam Pasal 20 Ayat 7 disebutkan bahwa PPDB di sekolah perbatasan provinsi dan kabupaten/kota akan dikuatkan dengan adanya nota kesepahaman antara provinsi dan kabupaten/kota.

"Rencananya besok (hari ini -red) kami akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Jawa Barat, dimana salah satu poin kerjasama adalah sekolah yang berada di DKI dan Jawa Barat harus menerima peserta didik asal Banten dengan alasan memiliki domisili calon peserta didik lebih dengan dengan sekolah yang berada di DKI dan Jawa Barat jika dibandingkan dengan sekolah yang berada di Banten. Begitu juga sebaliknya, sekolah yang berada di Banten harus menerima peserta didik asal DKI dan Jawa Barat karena faktor zona," katanya.

Sementara itu, SMAN 3 Rangkasbitung sudah siap menghadapi PPDB dengan sistem google maps. "PPDB tahun ini tidak lagi pakai NEM (nilai ujian -red) dan tes seleksi tetapi pakai zonasi. Jadi nanti kita akan gunakan aplikasi google maps untuk menentukannya ,"kata Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 3 Rangkasbitung Dedi Sambas kepada Banten Raya, Senin (10/6).

Dedi menjelaskan, penggunaan aplikasi google maps untuk mengetahui jarak tempuh antara domisili calon peserta didik dengan sekolah. Domisilinya paling dekat berkesempatan besar diterima di sekolah. "Jauh dekatnya jarak tempuh ke sekolah nanti dapat dilihat dari titik koordinat alamat calon peserta didik," katanya.

Kepala SMA Negeri 3 Rangkasbitung Ucu Lena menambahkan, PPDB 2019 terbagi dalam tiga jalur. "Pertama itu jalur zonasi sebesar 90 persen. Kemudian prestasi 5 persen dan 5 persennya lagi untuk yang orang tuanya perpindahan tugas," katanya.

Lebih lanjut Ucu mengungkapkan, kuota penerimaan peserta didik baru di SMA 3 kurang lebih sebanyak 6-7 rombel atau 216- 252 siswa. Dari jumlah tersebut sebesar 90 persen diperebutkan oleh domisili sesuai zonasi. "Namun domisili di sini ada aturannya. Minimal sudah menetap selama enam bulan di alamat tersebut dibuktikan dengan surat keterangan domisili dan KK (kartu keluarga)," katanya.

Ucu menambahkan, pelaksanaan pendaftaran PPDB melalui online dan offline. "Untuk yang offline diminta calon peserta didik membawa formulir dari hasil download. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 17 Juni ini," katanya.

Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung Mukmin menuturkan, proses penerimaan PPDB untuk SMK tidak pakai zonasi. "Adapun tes pun sesuai kebutuhan sekolah. Belum ada juknisnya tapi mulai pembukaan dari tanggal 17-22 Juni mendatang," katanya. (satibi/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook