Satpol PP Segera Razia Warga Pendatang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 12:05:33 WIB   |  dibaca: 175 kali
Satpol PP Segera Razia Warga Pendatang

KOORDINASI : Kabid Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi dan Kasi Dalops Satpol PP Kota Cilegon, Suroto berkoordinasi soal persiapan razia, Selasa (11/6).

CILEGON – Untuk bisa menertibkan dokumen kependudukan paska Hari Raya Idul Fitri, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bakal menggelar razia yustisi di sejumlah kecamatan, yang disinyalir banyak pendatang baru.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi, menyatakan, saat ini Satpol PP tengah memetakan sejumlah kelurahan dan kecamatan yang dominan menjadi tempat singgah warga pendatang. Pada pekan ini, papar Sofan, Satpol PP bersama TNI dan Polri akan segera melakukan razia gabungan.“Saat ini kami tengah melakukan pemetaan daerah mana saja yang banyak warga pendatangnya,” katanya kepaada wartawan.

Sofan menjelaskan, persoalan urbanisasi pasti terjadi setiap tahunnya usai Lebaran. Hal tersebut diperbolehkan, namun warga pendatang juga tetap harus mematuhi aturan dengan tetap membawa dokumen kependudukan dari daerah asal, sehingga hal-hal negatif yang bisa saja terjadi bisa dicegah.“Kami minta RT dan RW proaktif dalam memantau warga pendatang yang ada di wilayahnya. Jika tidak lapor, maka harus didatangi dan dilihat dokumen kependudukannya,” paparnya.

Penertiban tersebut, kata Sofan, sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, dan Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.“Kami menertibkan dalam rangka pembinaan dan menjalankan Perda dan UU, sehingga warga pendatang bisa tertib adminitrasi,” imbuhnya.

Kepala Seksi (Kasi) Dalops Satpol PP Kota Cilegon, Suroto menjelaskan, dari delapan kecamatan yang ada di Cilegon, Kecamatan Jombang dan Pulomerak menjadi fokus utama penertiban. Sebab, setiap tahunnya dua wilayah tersebut menjadi tempat yang banyak ditemukan warga pendatang.“Relatif untuk jumlahnya. Namun bisanya yang banyak di Jombang dan Pulomerak,” ujarnya.

Suroto menyatakan, ada 80 personil yang akan dilibatkan dalam oprasi yustisi 50 persnil dari Satpolpp dan sisanya dari TNI dan Polri. Dilibatkannya TNI dan Polri karena berkenaan dengan soal kemanan yang terjadi dilingkungan. “Inikan juga menyangkut kemanan. Warga pentangan jika tidak memeiliki dokumen kendudukan dan melakukan kejahata maka mengakibatkan kemanan lingkungan menjadi tidak kondusif,” ucapnya. (uri) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook