5 Bulan, 344 Pasangan Ajukan Cerai

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 12:23:08 WIB   |  dibaca: 139 kali
5 Bulan, 344 Pasangan Ajukan Cerai

CILEGON - Tingkat perceraian di Kota Cilegon cukup tinggi. Selama lima bulan terakhir atau dari Januari hingga Mei 2019, Pengadilan Agama (PA) Kota Cilegon menerima ratusan gugatan cerai. Dari jumlah tersebut, mayoritas gugatan diajukan oleh pihak istri.Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya dari PA Cilegon, dari Januari sampai Mei 2019 tercatat 344 gugatan cerai. Bulan Juni ini hingga tanggal 11, tercatat 7 gugatan yang masuk ke pengadilan.

Dari pengajuan tersebut, 260 kasus gugatan cerai atau cerai gugat diajukan oleh pihak istri, sementara cerai talak atau yang pengajuannya dari pihak suami sebanyak 84 kasus.
Pada bulan yang sama antara Januari hingga Mei 2018, kasus perceraian di Cilegon sebanyak 348 kasus, atau turun 4 kasus.

“Selama Ramadan ada sekitar 56 pasangan yang mengajukan cerai. Dua hari setelah libur Lebaran, yaitu 10 dan 11 Juni 2019 juga sudah ada yang mengajukan cerai. Pada 10 Juni lalu ada lima pasangan, dan 11 Juni sampai pukul 11.00 WIB ada dua pasangan yang mengajukan cerai,” kata hakim pada Pengadilan Agama Cilegon, Mahdys Syam ditemui di Kantor PA Cilegon, Selasa (11/6).

Mahdys menjelaskan, tingginya angka perceraian di Kota Cilegon sebagian besar disebabkan oleh faktor ekonomi. Tidak menutup kemungkinan juga, kata Mahdys, disebabkan oleh hadirnya pihak ketiga dari sang suami atau dari sang istri, namun jumlahnya tidak terlalu banyak. “Dari kasus perceraian yang kami tangani, sebagian besar permasalahan ekonomi yang memicu perceraian itu diajukan oleh istri,” ungkapnya.

Dari sekian pengajuan kasus perceraian, kata Mahdys, ada juga yang kembali rukun untuk melanjutkan rumah tangganya. Namun, sebagian besar berujung pada perpecahan rumah tangga. “Jika memang ada yang sudah diminta mediasi diminta untuk rukun tetap tidak bisa jalan yang harus ditempuh ya cerai. Daripada diteruskan juga banyak negatifnya, ya cerai. Tapi, selalu kita mediasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, faktor ekonomi yang menjadi penyebab perceraian, bukan saja karena kekurangan dalam materi, namun ada juga yang ingin hidup lebih atau mengikuti gaya hidup. “Banyak juga yang mampu, tapi karena life style yang tinggi, si suami tidak bisa menuruti, ada juga yang mengajukan perceraian,” jelasnya.

Ketua Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC), Kurniatin Koswara mengatakan, banyaknya warga Cilegon yang mengajukan perceraian ke Pengadilan Agama menjadi perhatian pihaknya. Apalagi, kata Kurniatin, pengajuannya dilakukan oleh pihak perempuan.

Saat ini, pihaknya terus berupaya menekan angka perceraian. “Langkah yang rutin kita lakukan dengan melakukan sosialisasi ke tiap kecamatan. Upaya tersebut akan terus kami lakukan. Selain itu, kita juga beberapa kali melakukan seminar pra-nikah. Agar, orang yang akan nikah benar-benar matang dan siap mengarungi bahtera rumah tangga,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook