Dinsos Godok Perusahaan Penyuplai BPNT

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 13:00:11 WIB   |  dibaca: 224 kali
Dinsos Godok Perusahaan Penyuplai BPNT

TERTUTUP : Jajaran pemerintah daerah menggelar rapat membahas perusahaan penyuplai program BPNT di Ruang Pintar Setda Pandeglang, Selasa (11/6).

PANDEGLANG - Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang menggelar rapat tertutup membahas perusahaan penyuplai kebutuhan pokok bagi masyarakat yang mendapatkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Ruang Pintar Setda Pandeglang, Selasa (11/6). Rapat turut dihadiri oleh Sekda Pery Hasanudin, Asda Bidang Pemerintahan Agus Priyadi Mustika hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Dinsos Pandeglang Tati Suwagiharti mengatakan, rapat tersebut tidak tertutup karena masih bisa terlihat oleh media massa, meski di luar ruangan. "Memang terbuka untuk umum gitu, ya enggak lah. Kecuali anda (media massa) diundang, ya boleh. Kebetulan rapat ini kan tim koordinasi BPNT. Kecuali sifatnya sosialisasi. Ya, memang rapatnya tertutup karena masih tim koordinasi. Kalau rapatnya di dinsos saya juga tidak akan mengundang OPD lain. Lagian anda ngintip-ngintip yang bukan urusannya," ketus Tati, ditemui usai rapat, kemarin.

Tati menjelaskan, rapat tersebut membahas perusahaan yang akan menjadi penyuplai kebutuhan pokok bagi masyarakat yang menerima program BPNT. Namun Tati enggan menyebutkan berapa perusahaan yang akan diterima oleh pemerintah untuk menjadi penyuplai sembako di setiap warung tradisional. "Totalnya ada 12 perusahaan yang daftar, di antaranya 8 perusahaan dari Banten dan 4 perusahaan dari diluar Banten. Sistem nanti yang menentukan siapa yang layak menjadi penyuplai," ujarnya.

Dijelaskannya, perusahaan yang layak menjadi penyuplai program BPNT nantinya akan mengirim kebutuhan pokok berupa beras dan telur di setiap warung tradisional yang sudah bekerjasama dengan bank pendamping. Kartu BPNT senilai Rp110 ribu ini tidak boleh dicairkan melalui ritel modern, hanya warung-warung klontong yang tersedia mesin EDC (electronic data capture). "Ada 197 agen warung sembako tersebar di semua desa. Nanti warung ini melayani 98.057 penerima kartu manfaat," jelasnya.

Sekda Pandeglang Perry Hasanudin mengungkapkan, rapat tersebut untuk menentuan perusahaan mana yang layak menjadi penyuplai kebutuhan pokok pada program BPNT. Sebab, yang akan menentukan perusahaan ini nantinya sistem melalui tim verifikasi. "Penentuan perusahaan yang layak untuk jadi supplier itu harus memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan yang sesuai dengan aturan yang berlaku," imbuhnya.

Perry enggan menjelaskan secara rinci kriteria apa saja yang harus dimiliki oleh perusahan untuk menjadi penyuplai kebutuhan pokok bagi puluhan ribu masyarakat yang masuk dalam program BPNT. "Yang jelas perusahaan ini harus mempunyai pengalaman dalam hal peyedian komoditi pangan, kedua perusahaan ini harus bonafide, dan mempunyai lokasi yang tidak terlalu jauh dengan Pandeglang," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook