Pandeglang Minim Lapangan Pekerjaan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 13:08:10 WIB   |  dibaca: 254 kali
Pandeglang Minim Lapangan Pekerjaan

MODAL MENCARI KERJA : Sejumlah warga antre untuk membuat kartu kuning di kantor Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, Selasa (11/6).

PANDEGLANG - Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Pandeglang membuat lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) harus mencari pekerjaan di luar daerah. Hal ini terlihat dari puluhan pencari kerja yang antre membuat kartu kuning di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang, Selasa (11/6). Dari puluhan warga yang antre tersebut, sebagian dari mereka akan melamar pekerjaan di Jakarta.

Asep, salah seorang pembuat kartu kuning menyebut akan melamar pekerjaan di luar Pandeglang. "Iya lagi buat kartu kuning. Rencananya sih buat melamar kerja di Jakarta, karena kakak saya kerja di sana. Katany, lagi ada lowongan, makanya ini lagi buat persyaratannya. Mudah-mudahan saja nanti keterima," kata Asep, ditemui di kantor Disnakertrans, kemarin.

Kepala Disnakertrans Pandeglang Sukran membenarkan, hingga saat ini di Pandeglang masih minim lapangan pekerjaan. "Memang di kita masih minim perusahaan dan industrinya juga terbatas. Mungkin perusahaan di kita yang aktif hanya ada sekitar 267. Para pelamar di kita lebih memilih mencari pekerjaan di luar Pandeglang," katanya.

Menurutnya, para pencari kerja sering mengadukan nasibnya di luar daerah. Sebab, di wilayah itu biasanya banyak perusahaan swasta yang membuka lowongan pekerjaan. "Kalau dari kita kebanyakan cari pekerjaannya ke daerah Serang, Cilegon, Tangerang, dan Jakarta. Biasanya, kalau sudah libur lebaran banyak perusahaan yang membuka lowongan," ujarnya.

Dijelaskannya, pascalibur Idul Fitri, pembuat kartu kuning mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, lantaran banyaknya warga yang baru lulus SLTA. "Iya ada peningkatan dua kali lipat. Per hari saja bisa mencapai 150 orang. Tidak seperti hari biasa, paling hanya 60 orang. Apalagi kan sekarang banyak yang lulus sekolah tingkat SLTA," jelasnya.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Pandeglang Dadun Kohar menuturkan, pemohon yang mengajukan kartu kuning didominasi oleh lulusan SMA dan SMK yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. "Kebanyakan usia remaja yang baru lulus SLTA. Kalau sarjana jarang, kalau ada hanya sedikit. Yang mengajukan kartu kuning ini ada yang perpanjang dan buat baru," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook