Kebakaran Didominasi Akibat Korsleting Listrik

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 15:37:50 WIB   |  dibaca: 170 kali
Kebakaran Didominasi Akibat Korsleting Listrik

KERJA KERAS : Petugas Damkar memadamkan api yang melalap asrama Ponpes Hudatul Umam, Jumat (7/6) lalu.

KAB. TANGERANG - Kasus kebakaran di Kabupaten Tangerang kian tinggi. Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupten Tangerang mencatat dari Selasa (4/6) hingga hari ini, Selasa (11/6) telah terjadi 15 kejadian kebakaran. Kasus tersebut didominasi kebakaran bangunan perumahan dan pemukiman.

Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran (Damkar) pada BPBD Kabupaten Tangerang, Agus Margono, mengatakan, 15 kasus kebakaran terjadi di sembilan kecamatan se-Kabupaten Tangerang. “Sudah banyak terjadinya kebakaran dari 10 hari terakhir ini, ada 15 titik kebakaran di 9 kecamatan,  termasuk kios baso di Teluknaga,“ kata Agus kepada wartawan di Kantor BPBD Kabupaten Tangerang, Selasa (11/6).

Sebagian besar kasus kebakaran, kata Agus, karena korsleting listrik arus pendek, diantaranya di Kecamatan Cikupa, Balaraja, Kosambi, Sindang Jaya, Sepata Timur, Kelapa Dua, Jambe dan Pasar Kemis.

Agus mengimbau kepada warga, jika ingin bepergian agar mencabut aliran listrik peralatan elektronik untuk meminimalisir terjadinya korsleting listrik yang bisa menimbulkan kebakaran. “Sebaiknya jika warga ingin bepergian periksa dan cabut terlebih dahulu colokan peralatan elektroniknya, seperti kulkas, TV dan mesin lainnya. Supaya aman, dan jangan menggunakan kepiting colokan karena berbahaya, bisa menyebabkan korsleting listrik, “ himbaunya.

Selain di Kabupaten Tangerang, kasus kebakaran di Kota Tangsel juga terbilang tinggi. Berdasarakan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan (DPKP) Kota Tangerang  Selatan mencatat sejak H-7 Lebaran tahun ini sudah terjadi 11 kali kejadian kebakaran.

“Ada 11 kasus kebakaran, mulai dari bangunan rumah tinggal, ruko, lapak pengepul barang bekas dan alang-alang bakaran sampah. Jumlahnya memang cukup tinggi, mayoritas penyebab kebakaran, akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting,” kata kepala DPKP Kota Tangsel, Uci Sanusi melalui telepon.

Padahal, kata Uci, sebelumnya warga sudah diimbau agar memperhatikan segala sesuatu, terutama penggunaan alat elektronik di rumah sebelum berangkat mudik. “Saat meninggalkan rumah, pastikan penggunaan alat elektronik sudah aman dan tidak tersambung dengan aliran listrik.

Jangan hanya mematikan aliran listrik melalui tombol remote, tetapi sebaiknya cabut kabel yang berhubungan langsung dengan listrik. Juga lepaskan regulator gas dari tabung,” ujarnya.
Uci menambahkan, selama musim panas ini, warga agar berhati-hati ketika membakar sampah di lingkungannya.

Karena itu dapat menyebabkan kebakaran. “Ya, saat menghadapi musim panas ini kerentanan semakin meningkat. Tentu masyarakat harus semakin waspada, jangan membakar sampah kalau tidak ditunggui. Tegasnya sebenarnya jangan melakukan pembakaran sampah untuk menghindari terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook