H-1 Lebaran, Kapal Pesiar Bawa 37 Kg Sabu

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 15:50:05 WIB   |  dibaca: 232 kali
H-1 Lebaran, Kapal Pesiar Bawa 37 Kg Sabu

JAKARTA— Bandar narkotika coba menembus pasar di Indonesia. Momentum lebaran coba dimanfaatkan, dengan menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 37 kg pada H-1 Lebaran, Selasa (4/6). Uniknya pengiriman sabu ini menggunakan kapal pesiar Yatch dari Malaysia menuju Indonesia.

Wadir Dittipid Narkoba Bareskrim Kombespol Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, awalnya petugas mendapatkan informasi adanya pengiriman narkotika. Saat dilakukan penyelidikan ditangkaplah empat warga negara Malaysia, yakni MIF, SHN, SLH, dan RHM. ”Mereka menggunakan kapal Yacth ernama Karenliner di Dermaga Batavia Marina, Pelabuhan Sunda Kelapa,” tuturnya.

Saat kapal yang dinahkodai SHN digeledah, didapatkan sabu seberat 37 kg. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan ditangkaplah IKZ dan MHS di dermaga Marina dan Hotel Aston Pluit, Jakarta. Keduanya ternyata juga warga Malaysia. ”MHS ini pengendali penyelundupan,” urainya.

MHS memiliki tugas untuk mengedarkan sabu ini di Jakarta. Dia menjelaskan, saat ini penyidik masih melakukan pencarian dua orang lainnya. Dua orang itu telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Dikembangkan lagi,” jelasnya.

Modus penggunaan kapal pesiar ini sebenarnya sudah begitu jarang. Biasanya, para bandar menggunakan kapal nelayan untuk memasukkan barang haram. ”Yang paling menyulitkan itu dia memanfaatkan momentum lebaran,” tuturnya.Kemungkinan bandar memandang lebaran bisa mengalihkan perhatian petugas. Namun, Dittipid Narkoba tetap waspada kendati ada momentum lebaran. ”Ini coba memanfaatkan kelengahan,” terangnya.

Terkait kapal pesiar, dia mengatakan bahwa kapal tersebut menjadi barang bukti. Namun, belum terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”Karena kemungkinan ini sewa kapal,” tuturnya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia Marina, Jakarta Utara.

Dia menuturkan, untuk para pengirim barang haram, dia mengatakan bandar membayar hingga ratusan juta. Ada yang dibayar Rp 100 juta, Rp 20 juta dan Rp 50 juta. ”Bergantung tugasnya,” urai polisi dengan tiga melati di pundak.

Untuk semua WN Malaysia itu diancam hukuman hukuman mati karena melanggar pasal 114 ayat2 jo pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35/2009 tentang narkotika. Dia mengataan, penyidik akan memperberat hukuman untuk para bandar ini. ”yang pasti kami terus waspada menjaga generasi bangsa,” urainya. (jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook