Uji Bukti, Pemprov Telepon Dokter

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 12 Juni 2019 - 15:56:00 WIB   |  dibaca: 143 kali
Uji Bukti, Pemprov Telepon Dokter

Panta u Pemeriksaan : Inspektur Pemprov Banten Kusmayadi (kedua dari kanan) bersama Kepala BKD Komarudin (ketiga dari kiri) memantau pemeriksaan ASN yang tak masuk di hari pertama kerja usai libur lebaran di aula Inspektorat Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (11/6).

SERANG – Pemprov Banten memanggil 289 ASN yang disinyalir bolos di hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Banten, Selasa (11/6). Dalam proses klarifikasi, pemprov melakukan uji bukti dengan menelepon dokter bagi ASN yang mangkir dengan melampirkan surat keterangan sakit.  

Berdasarkan pantauan Banten Raya, klarifikasi dan identifikasi dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB hingga 13.30 WIB. Ada tiga unsur yang melakukan pemeriksaan yaitu Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dari 289 ASN yang dipanggil, 47 diantaranya mangkir.

Dalam proses klarifikasi, satu per satu ASN dipanggil untuk masuk ke aula dan menghampiri belasan meja pemeriksa untuk mulai dimintai keterangan. Akan tetapi, dalam proses pemanggilan ternyata ada juga ASN yang sudah pensiun namun tetap dipanggil. Saat namanya diumumkan lewat pengeras suara, sontak hal itu langsung direspons ASN yang sedang menunggu panggilan. “Sudah pensiun,” seru mereka dengan kompak.

Inspektur Provinsi Banten E Kusmayadi mengatakan, proses klarifikasi adalah tindak lanjut dari dugaan indisipliner ASN pemprov yang bolos pada hari pertama masuk kerja pasca lebaran. Penindakan dilakukan karena jauh-jauh hari para ASN sudah diperingatkan terkait jadwal cuti dan masuk kerja musim libur lebaran.

“Kita melakukan pemeriksaan dan klarifikasi dulu. Berikan ruang kepada ASN untuk memberikan jawaban dulu. Semua juga kan kalau terdakwa bisa pembelaan,” ujarnya keada awak media di sela-sela pemeriksaan.

Ia menuturkan, dalam proses klarifikasi semua harus bisa memberikan alasan jelas disertai bukti ketidakhadirannya. Jika menyerahkan bukti, maka tim pemeriksa akan langsung melakukan pengujian keasliannya.“Jelas seperti tadi, bukti diuji lagi. Ketika ada surat dokter betul-betul sakit atau tidak. Kita uji, kita cek ke si pemberi keterangan sakitnya. Barusan kita telepon, kalau perlu uji oleh ASN-nya yang telepon. Kalau perlu obatnya, tadi ada yang sampaikan lengkap dengan obatnya,” katanya.

Uji bukti surat keterangan sakit, kata dia, dilakukan karena ada keraguan dari pemprov. Sebab, saat ini dokumen tersebut dinilai cukup mudah didapat dan berpotensi untuk disalahgunakan.“Karena masih ada keraguan. Surat sakitnya pas apel tanggal 10 (Juni, hari pertama masuk pasca lebaran). Bisa saja, sekarang surat keterangan sakit mudah dan kejadiannya mintanya tanggal 10. Logikanya masuk enggak? Seolah-olah pesan, sakit yang direncanakan,” ungkapnya.  

Meski demikian, Kusmayadi tak memaparkan hasil uji bukti. Semua hasil klarifikasi selanjutnya akan dibawa dalam sidang Tim Disiplin Pegawai yang diketuai oleh Sekda Banten Al Muktabar. Dari sidang itu lah akan ditentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada ASN yang terbukti insipliner untuk memberi efek jera.

“Sanksi nanti akan diuji dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 Tahun 2017. Setelah ini (klarifikasi) kita sidang. Yang kita gunakan seperti itu mekanismenya, jadi tidak semata langsung divonis. Ini untuk membuat efek jera ke ASN untuk mengubah mind set. Meningkatkan kinerja, kehadiran walau sudah bagus. Ini sesuai arahan gubernur,” tuturnya.

Kepala BKD Provinsi Banten Komarudin membenarkan, dari 289 ASN yang dipanggil, 47 diantaranya mangkir. Mereka yang mangkir akan dilakukan sidang disiplin dalam waktu dekat ini. Komarudin menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengklarifikasi ketidakhadiran ratusan pegawai pada apel pagi Senin (10/6) lalu.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Tangerang itu juga mengakui, jumlah ASN yang dipanggil lebih banyak dibanding yang tidak apel dan bolos tanpa keterangan yang berjumlah 219 orang. Sementara 70 ASN tambahan yang dipanggil adalah mereka yang diragukan kehadirannya.

“Hari ini (kemarin-red) kita tujuannya mengklarifikasi, apakah betul pada saat apel tidak hadir. Banyak kasus tidak tercatat dalam finger print tapi mereka hadir hanya karena mungkin telat. Kemudian ada yang sakit dan cuti belum diinput,” paparnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan para ASN ini sebagai bentuk keseriusan pemprov dalam menegakkan disiplin pegawai. Selain itu, hal ini juga dilakukan dalam rangka membangun budaya baru untuk penegakan disiplin pegawai berdasarkan data dan fakta.

“Sebenarnya dalam jangka panjang bagian dari pada keinginan kita membangun budaya baru tentang ASN Banten. Nanti akan kita lanjutkan dengan misalnya berapa kali tidak apel secara berturut-turut gitu ya atau tidak masuk kerja berapa hari itu akan kita tindak lanjuti. Jadi kebersamaan disiplin termasuk etos kerja yang ingin kita tanamkan, ini adalah tahap awal,” tuturnya.

Terpisah, salah seorang ASN di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten yang enggan disebutkan namanya mengaku, ketidakhadiran pada hari pertama masih kerja pasca libur lebaran dikarenakan kesehatannya terganggung.

Menurutnya, siapapun tak bisa memprediksi kapan kesehatan akan terganggu dan kebetulan itu terjadi di hari tersebut. “Sebenarnya sudah pulang dari kampung halaman tapi saat mau masuk kerja malah jatuh sakit. Saya sudah melengkapinya dengan surat dokter,” akunya.   

Diberitakan sebelumnya, BKD Provinsi Banten mencatat sebanyak 219 ASN di lingkup Pemprov Banten membolos tanpa keterangan di hari pertama masuk pasca libur lebaran, Senin (10/6). Mereka pun kini terancam dikenakan sanksi mulai dari ringan hingga berat. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook