Angka Laka Lantas Turun

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 11:52:00 WIB   |  dibaca: 172 kali
Angka Laka Lantas Turun

DITEGUR : Anggota Polres Pandeglang meminta agar angkutan umum tidak menaikkan penumpang di atas kendaraan.

PANDEGLANG - Jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri tahun 2019 di Kabupaten Pandeglang menurun jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kecelakan terjadi tiga kasus dengan dua korban meninggal dunia. Sementara tahun 2018 lalu terdapat delapan kasus kecelakaan dengan menelan empat korban meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rhofadli Prayitno menyebutkan, tiga lokasi kecelakaan pada lebaran tahun ini terjadi di Jalan Raya Pagelaran, Saketi, dan Mandalawangi. "Secara umum kecelakaan lalu lintas dipengaruhi human error. Kecelakaan dilatari oleh pengendara yang mencoba menyalip kendaraan lain, namun tidak memperhatikan laju kendaraan di depannya," kata Tesyar ditemui di Alun-alun Pandeglang, Rabu (12/6).

Tesyar menjelaskan, pengamanan arus mudik dan balik pada lebaran tahun ini relatif lebih kondusif, meski terjadi lonjakan kendaraan. Namun hal itu disebabkan banyak masyarakat lokal maupun dari luar yang berwisata ke sejumlah objek wisata, terutama kolam pemandian seperti CAS Waterpark, Cisolong, dan DM Tirta Berkah. "Diperkirakan ratusan kendaraan yang didominasi sepeda motor melintas (masuk dan keluar) Pandeglang selama musik mudik dan balik," jelasnya.

Dari hasil evaluasi Satlantas Polres Pandeglang, kata dia, pada lebaran tahun ini sejumlah titik yang terjadi kemacetan meliputi Jalan AMD Lintas Timur-Cikole, Cipacung-Mengger. Namun kemacetan tersebut dapat diminimalisasi oleh petugas di lapangan, sehingga macet tidak terlalu parah. "Puncak kemacetannya terjadi pada akhir pekan lalu, yang membuat petugas harus memberlakukan sistem satu arah atau one way," tegasnya.

Tesyar menilai sistem satu arah yang diterapkan belum berhasil lantaran tinggi volume kendaraan tidak sebanding dengan luas jalan. Sehingga laju kendaraan tidak seluruhnya bisa terakomodir. "Kemarin itu puncak kemacetan terjadi pada Sabtu dan Minggu. Memang sistem one way ini belum berhasil karena volume kendaraan tinggi, sementara lebar jalan masih sama dan tidak ada jalur alternatif untuk membuang kendaraan," ujarnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pandeglang Ipda Darwin Khairul Syafari mengatakan, pada lebaran Idul Fitri selain mengamankan arus lalu lintas, jajarannya memberikan imbauan kepada pengendara mobil yang mengangkut orang. "Kita juga memberikan imbauan agar mobil bak terbuka tidak digunakan untuk mengangkut orang maupun bus yang mengangkut penumpang di atas kendaraan kita berikan imbauan," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook