IRT Diringkus Usai Nyabu Hasil Hutang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 12:16:27 WIB   |  dibaca: 71 kali
IRT Diringkus Usai Nyabu Hasil Hutang

USAI PERSIDANGAN: Yeni, terdakwa kasus sabu-sabu meninggalkan ruang persidangan di PN Serang, kemarin.

SERANG- Yeni Vitrianingsih (35) ibu rumah tangga (IRT) warga Perumahan Bukit Tirta Nirmala, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang ditangkap anggota Ditresnarkoba saat usai nyabu di rumahnya. Sabu yang dipakainya didapat dari hasil hutang. Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (12/6).

Surat dakwaan dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Banten Devy Suryani. Dalam dakwaannya Devy mengatakan bahwa penangkapan terdakwa Yeni bermula dari informasi masyarakat kepada anggota ditresnarkoba bahwa terdakwa sering melakukan penyalahgunaan narkotika jenis shabu.

"Anggota ditresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan, akhirnya pada hari Selasa, tanggal 15 Januari 2019 jam 23.30, mendatangi rumah terdakwa di Perumahan Bukit Tirta Nirmala dan langsung melakukan penggeledahan di rumah terdakwa," kata Devy kepada majelis hakim yang diketuai Heri Krisjanto.

Devy mengungkapkan, saat digerebek petugas mendapati alat hisap sabu alias bong. Berdasarkan pengakuan Yeni kepada kepolisian, terdakwa baru saja mengonsumsi sabu yang diperoleh dari pengedar yang dia kenal bernama Kuda (DPO)."Sabu tersebut terdakwa ambil di tanah dekat gapura perumahan tempat tinggal terdakwa di dalam bungkus rokok, kemudian setelah diperiksa, terdakwa langsung pulang menuju rumahnya," ungkapnya.

Devy menjelaskan, sebelum mengambil sabu tersebut, Yeni dihubungi Kuda. Namun karena tidak punya uang, Yeni terpaksa menolak tawaran tersebut. Akan tetapi, Kuda tetap mengirim sabu tersebut melalui kurirnya."Kuda setuju untuk memberi hutang satu paket sabu seberat 1,1 gram kepada Yeni. Sabu tersebut kemudian ditaruh di dekat tugu Perumahan Bukit Tirta Nirmala," jelasnya.

Devy menambahkan, usai mendapatkan sabu hasil hutang tersebut, terdakwa Yeni membaginya ke dalam dua bungkus paket kecil. Satu bungkus diletakan di atas kulkas. Sedangkan satu bungkus lagi dikonsumsinya langsung."Terdakwa gunakan untuk konsumsi sendiri dan selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Banten untuk diproses lebih lanjut," tambahnya.

Devy menegaskan, atas perbuatannya tersebut Yeni didakwa melanggar pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) , dan pasal 127 ayat (1) huruf a undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris nomor:482 BA/I/2019/BALAI LAB NARKOBA Polda Banten, tanggal 31 Januari 2019, menyimpulkan bahwa barang bukti tersebut berupa kristal warna putih adalah benar mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam golongan satu," tegasnya.

Menanggapi surat dakwaan tersebut, Yeni melalui kuasa hukumnya Ely Nursamsiah mengatakan tidak keberatan dengan dakwaan yang dibacakan oleh JPU tersebut. Sidang akan kembali digelar pada Rabu (19/6) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook