3 Peternakan Ayam di Kasemen Diduga Ilegal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 12:20:26 WIB   |  dibaca: 186 kali
3 Peternakan Ayam di Kasemen Diduga Ilegal

SIDAK: Anggota Komisi 1 DPRD Kota Serang saat inspeksi mendadak (sidak) di peternakan ayam di Lingkungan Kedung Leles, Kelurahan/Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (12/6). Sidak wakil rakyat ini untuk melihat secara langsung lokasi peternakan ayam ini karena banyak dikeluhkan warga setempat lantaran mengeluarkan bau kotoran ayam yang menyengat.

SERANG- Tiga peternakan ayam di tiga lokasi yaitu Lingkungan Angsana, Kedungleles, dan Kronjen, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen diduga ilegal. Sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) belum pernah mengeluarkan izin untuk peternakan ayam.

Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan A pada DPMPTSP Kota Serang Dul Barid mengatakan bahwa sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Serang, Kecamatan Kasemen diperuntukkan sebagai daerah perdangangan, jasa, dan pemukiman. Bukan daerah peternakan. Karena itu setiap aktivitas peternakan di wilayah ini terlarang.“Kami belum pernah mengeluarkan izin untuk peternakan di Kasemen,” kata Dul Barid, Rabu (12/6).

Ia mengatakan bahwa usaha peternakan, sesuai RTRW diperolehkan hanya di Kecamatan Taktakan. Karena bidang perizinan tidak pernah mengeluarkan izin apa pun terkait peternakan yang ada di Kasemen, maka ia mempersilakan agar kelurahan setempat berkoordinasi dengan satpol PP untuk menindak peternakan yang ada.“Kami persilakan kelurahan sebagai pemilik wilayah berkoordinasi dengan satpol PP,” katanya.

Menindaklanjuti masalah itu, DPRD Kota Serang kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua peternakan yang diduga ilegal yang ada di Kelurahan Kasemen. Anggota Komisi I DPRD Kota Serang Mochamad Rus'an mengatakan bahwa sidak dilakukan setelah mendapatkan banyak keluhan warga sekitar peternakan ayam tersebut. Warga mengeluhkan bau dan lalat yang berasal dari peternakan."Sesuai dengan yang disampaikan bidang perizinan, peternakan-peternakan ini ilegal," kata Rus'an.
 
Rus'an mengatakan bahwa sampai saat ini Pemkot Serang belum pernah mengeluarkan izin peternakan untuk wilayah Kecamatan Kasemen. Karena itu semua peternakan yang ada dipastikan ilegal. Apalagi dalam RTRW wilayah Kasemen terlarang digunakan untuk aktivitas peternakan. Hanya Kecamatan Taktakan yang diperbolehkam ada peternakan, sesuai RTRW Kota Serang yang baru."Karena itu kami imbau pengusaha yang mau buka peternakan sebaiknya ke Taktakan," katanya.

Setelah sidak, DPRD bersama dengan pihak terkait akan berembuk menentukan langkah selanjutnya. Karena ilegal, maka peternakan-peternakan yang ada terancam ditutup. Namun sebelum itu DPRD berencana memanggil pemilik peternakan untuk melakukan klarifikasi. Sebab boleh jadi dari tiga peternakan yang ada telah mengantongi izin dari Kabupaten Serang. Artinya peternakan berdiri sebelum Kota Serang lahir.

Amir, warga Kampung Kedungleles, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen mengatakan bahwa warga mengeluhkan bau dan lalat yang begitu banyak, terutama ketika ayam sedang panen. Bahkan paving blok yang ada di kampungnya kerap tertutupi lalat karena jumlahnya mencapai ribuan ekor. Tak jarang lalat juga masuk ke dalam rumah dan kamar, dan mengganggu saat tidur malam hari."Lalat kan bawa penyakit kalau kena makanan," katanya.

Ketua RT 04 RW 05 Kedungleles Mahfudi membenarkan warga di kampunya mengeluhkan bau dan lalat ketika peternakan sedang aktif memelihara ayam.Bahkan saat malam hari lalat kerap masuk ke kamar dan hinggap di muka.

Lalat-lalat itu biasanya akan mulai banyak sekitar seminggu saat panen dan pascapanen. Ia mengatakan bahwa warga menginginkan agar peternakan yang ada ditutup. Apalagi jarak peternakan dan pemukimam warga hanya dihalangi oleh seng."Usia kandang ada sekitar 2 tahunan," katanya seraya menyatakan, semua warga mengeluhkan lalat dan bau dari peternakan. "Saat ini ada 91 kepala keluarga dengan jumlah warga mencapai 250 jiwa".

Lurah Kasemen Ahmadi menyampaikan bahwa sudah sering keluhan mengenai bau dan lalat dari peternakan ayam disampaikan dalam kegiatan reses DPRD Kota Serang. Bahkan keluhan sudah disampaikan warga saat masih Kabupaten Serang. Sebagai tindak lanjut atas keluhan warga itu, maka kelurahan akan berkoordinasi dengan satpol pp untuk menentukan langkah selanjutnya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook