Dindikbud Banten Gelar Gladi Resik PPDB

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 12:26:54 WIB   |  dibaca: 343 kali
Dindikbud Banten Gelar Gladi Resik PPDB

GLADI RESIK: Kepala Dindikbud Banten, E. Kosasih Smaanhudi (tengah) memimpin proses gladi resik PPDB Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang.

SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten melakukan gladi resik penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMAN 1 Kabupaten Tangerang, Rabu (12/6). Kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Dindikbud Banten, E. Kosasih Samanhudi yang dihadiri oleh operator SMAN, SMKN dan SKh Negeri se-Kabupaten Tangerang.

Panitia PPDB, Rudi Prihardi mengatakan, kegiatan ini salah satu upaya Dindikbud Banten untuk melakukan persiapan PPDB yang akan dilaksanakan Tanggal 17 hingga 24 Juni mendatang. Ia menjelaskan gladi resik sendiri berisi bagaimana memberikan pelayanan kepada calon peserta didik baru di sekolah.

Tidak hanya itu, lanjut Rudi, gladi resik ini juga untuk memberikan satu pemahaman mengenai petunjuk teknis PPDB. Ia mengaku, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin untuk melakukan persiapan PPDB yang dilakukan oleh Dindikbud Banten, sebelumnya kegiatan serupa juga dilakukan di Kabupaten/Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Kota Cilegon.

"Besok (Hari ini.red) kegiatan serupa akan dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Tangsel yang dihadiri operator, kepala SMAN, SMKN dan SKh Negeri se-Kota Tangerang dan Tangerang Selatan," kata Rudi kepada Banten Raya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dindikbud Banten, E. Kosasih Samanhudi mengatakan, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 Tentang PPDB terungkap bahwa jika jalur zonasi yang memiliki kuota 90 persen tidak bisa terpenuhi, maka kuota tersebut bisa dialihkan ke dua jalur selanjutnya yaitu jalur prestasi dan perpindahan orangtua.

Ia menjelaskan, untuk jalur prestasi merupakan peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah yang dituju. Sedangkan untuk jalur perpindahan orangtua siswa juga ditunjukan untuk calon peserta didik yang berada di luar zonasi sekolah."Namun untuk perpindahan tugas orangtua harus dibuktikan dengan surat keterangan penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan orangtua calon peserta didik baru," kata Kosasih.

Kosasih kembali menegaskan, bahwa jalur zonasi tidak dilihat dari asal SMP dan MTs, namun domisili orangtua calon peserta didik baru. Pada PPDB tahun ini lebih mengkedepankan peran sekolah yang pro aktif dalam melakukan pendataan terhadap calon peserta didik baru.

Untuk proses pendaftaran, lanjutnya, orangtua calon peserta didik baru bisa mengunjungi laman ppdb.namasekolah.sch.id, kemudian tampilan website tersebut tersedia beberapa kanal, yaitu Beranda, Jadwal, Informasi pendaftaranpengumuman hasil seleksi dan pengaduan.

"Di kanal beranda ada tampilan jumlah kuota, jumlah rombongan belajar dan tiga jlaur masuk yaitu jalur zonasi yang memiliki 90 persen dari jumlah kuota, prestasi 5 persen kuota, dan perpindahan orangtua 5 persen. Pada ketiga menu tersebut juga dilengkapi dengan info, cetak formulir, data sementara pendaftar dan data hasil penetapan PPDB," tutupnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook