Pencairan Dana Kelurahan Rp 20 Miliar Ditunda

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 14:03:56 WIB   |  dibaca: 235 kali
Pencairan Dana Kelurahan Rp 20 Miliar Ditunda

Walikota Tangsel Beyamin Davnie melakukan infeksi mendadak ke kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Rabu (12/6).

KOTA TANGSEL - Pencairan dana kelurahan Rp 20 miliar untuk 54 Kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditunda. Sebab, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sedang menggelar pelatihan administrasi kepada aparatur kelurahan untuk mengelola anggaran yang diperuntukan peningkatan Sumber Daya Manusia dan infrastruktur tersebut.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie membenarkan pencairan dana kelurahaan tertunda. Menurut Ben-panggilan akrab Benyamin Davnie, sebetulnya dana kelurahan Rp 377 juta per kelurahan sudah bisa diambil sejak April.

Namun, Pemkot Tangsel lebih dulu menggelar pelatihan administrasi terkait penggunaan dana kelurahan itu. “Sebenarnya triwulan ke dua sudah bisa, Juni sudah bisa, cuma kan kita dahulukan pelatihan administrasinya. Juni ini sudah bisa diajukan, Juli mendatang sudah bisa dipakai atau dicairkan,” kata Ben kepada wartawan di Balikota Tangsel, Rabu (12/6).

Ben menjelaskan, dana kelurahan yang bersumber dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) sudah ada di anggaran penerimaan belanja daerah (APBD) Kota Tangsel 2019. Dengan demikian, tinggal pelaksanaanya saja dan proses pencairan dalam setiap kegiatan di lapangan. “Sudah ada di APBD Kota Tangsel. Cuma nantilah ada proses, peruntukannya apa,” jelasnya.

Ben menuturkan proses pencairan dana kelurana tersebut. Menurutnya, proses pencairan dana dimulai dari Lurah yang mengajukan program ke Wali Kota, lalu setelah diterima dana akan bisa diambil lewat Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD). “Lurah tetap mengajukannya ke Ibu Wali Kota, nanti proses berikutnya ke BPKAD untuk pencairan,” ujarnya.

Ben menambahkan, berdasarakn ahsil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang). Mayoritas dana kelurahan itu akan digunakanuntuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan jalan di keluarahan.

Terkait  pengelolaan uang itupun langsung dikelola kelurahan dengan pengawasan dari kecamatan. “Artinya model pembangunan seperti ini akan menjadi model baru di Tangerang Selatan, artinya lokusnya lebih kecil,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Muhamad, mengatakan, Juli mendatang dana kelurahan sudah dapat digunakan. Adapun peruntukannya lebih dominan tentang pemberdayaan masyarakat. Misalnya, pelatihan pembuatan komposter melalui pengolahan sampah organik.

Serta pelatihan-pelatihan peningkatan skill masyarakat. “Dengan dibekali skill masyarakat dapat berkarya. Program dana kelurahan sangat membantu sekali untuk pemberdayaan di lingkungan tingkat kelurahan,” katanya.

Bukan sebatas pemberdayaan masyarakat, tambah Muhammad, dana kelurahan dapat digunakan pada aspek infrastruktur. Namun sekalanya lebih kecil, seperti perbaikan gorong-gorong, dan jalan lingkungan. Dana kelurahan ini akan berlanjut terus seperti program dana desa. Tujuannya pembangunan di lingkungan dapat berjalan cepat.

“Bukan saja pembangunan aspek infrastruktur, tapi aspek sumber daya manusianya melalui dana kelurahan itu sama-sama penting. Keduanya memiliki keterkaitan satu dengan yang lain,” pungkasnya. (imron).

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook