Sekolah Terdampak Tol Terkatung-katung

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 14:09:02 WIB   |  dibaca: 251 kali
Sekolah Terdampak Tol Terkatung-katung

TERANCAM LONGSOR : SDN Inpres Sukamaju di Kecamatan Cikuesal terancam longsor akibat terdampak pembangunan tol Serpan, Rabu (12/6).

SERANG – Pembangunan tiga sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cikeusal yakni, SDN Seba, SDN Inpres Cikeusal, dan SDN Cilayang Guha yang terdampak pembangunan tol Serang-Panimbang (Serpan) sampai saat ini belum ada kejelasan. Pasalnya, lahan yang akan digunakan untuk bangunan pengganti tiga sekolah tersebut belum dibebaskan.

Sekretaris Camat (Sekmat) Cikeusal Asep Kurniawan mengatakan, proses kelanjutan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk membangun sekolah pengganti masih terkatung-katung. “Kalau untuk calon lahannya mah sudah ada tapi antara pembeli yaitu, pihak Kementerian PUPR dengan pemilik lahan belum ada pembicaraan apa-apa,” kata Asep saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/6).

Ia menjelaskan, dari tiga sekolah yang terdampak pembangunan tol tersebut, dua di antaranya yakni SDN Inpres Cikuesal dan SDN Sebah kondisinya sangat memprihatinkan. “Kalau kita lihat SDN Inpres Cikeusal tebingnya hampir habis. Kami khawatir kalau ada hujan akan longsor. Kemudian untuk SDN Sebah juga sudah kelihatan agak miring,” ujarnya.

Selain tiga sekolah yang terdampat tol tersebut, satu bangunan yang terdampak tol yaitu, kantor Desa Cikeusal, namun nasibnya sama dengan tiga sekolah tersebut yang juga belum ada kejelasan kapan akan dibangunnya. “Baik sekolah maupun kantor desa calon lahannya mah sudah ada tapi belum ada yang deal padahal pembangunan jalan tolnya terus berjalan. Kami berharap ini menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Cikeusal Iman Saiman membenarkan sampai saat ini belum ada kejelasan kapan bangunan pengganti tiga sekolah tersebut akan dibangun. “Katanya tinggal eksekusi saja karena anggarannya sudah ada, tapi kapan mau dimulainya kita belum tahu. Untuk lahannya kata orang desa  dan pihak tol sudah siap tapi waktu saya tanya datanya belum dikasih, dimana dan berapa luasnya,” kata Iman.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada guru dan siswa saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, pihaknya berharap Kementerian PUPR dapat segera membangun sekolah pengganti. “Walaupun dari sekolah tidak langsung menyampaikan kekhawatiran mereka kepada kami, tapi kami melihat sekolah-sekolah tersebut sudah tidak layak ditempati,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook