Sultan Banten Dilaporkan Kasus Penipuan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 13 Juni 2019 - 14:24:45 WIB   |  dibaca: 255 kali
Sultan Banten Dilaporkan Kasus Penipuan

MINTA PENJELASAN: Dari kanan, Amri Wardhana, Kukuh Pujiyanto, Muhammad Ali, dan Ito Pandiangan saat konferensi pers di Hotel Flamengo, Rabu (12/6).

SERANG - Sultan Banten Bambang Wisanggeni akan dilaporkan oleh Kantor Hukum Tubagus Amri Wardhana dan Rekan ke Polres Tangerang atas kasus dugaan penipuan. Kasus ini berkaitan dengan penggunaan uang kegiatan Gema Budaya Kebangsaan yang diselenggarakan Badan Koordinasi Masyarakat (Bakormas) Banten yang bekerjasama dengan Sultan Banten pada 22 Desember 2018 lalu di Tangerang.

Ketua Bakormas Banten Kukuh Pujiyanto yang didampingi Sekjen Bakormas Banten Muhammad Ali saat konferensi pers mengatakan bahwa Bakormas Banten pernah bekerja sama dengan Sultan Banten Bambang Wisanggeni menggelar acara Gema Budaya Kebangsaan.

Setelah mengajukan proposal kegiatan, Sekretariat Negara memberi bantuan dana sebesar Rp200 juta. Anehnya bantuan itu ditransfer ke rekening Bambang Wisanggeni bukan ke rekening organisasi Bakormas Banten.

Acara telah sukses digelar namun dari Rp200 juta itu panitia hanya menerima dan mempergunakan Rp100 juta. Sementara sisanya dipergunakan oleh Bambang Wisanggeni untuk keperluan di luar acara."Karena itu kami merasa dirugikan," kata Kukuh kepada wartawan d hotel Flamengo, Kota Serang, Rabu (12/6).

Berdasarkan pengakuan Bambang, uang Rp100 juta digunakan untuk sejumlah keperluan, di antaranya adalah untuk membayar utang Kesultanan Banten di Taman Mini Indonesia Indah Rp40 juta dan untuk orang dalam di Setneg Rp30 juta. Kukuh mengaku pernah meminta rincian anggaran yang dikirimkan Setneg namun tidak diberikan oleh Bambang. Ia juga sudah berkomunikasi dengan Bambang setelah kegiatan berakhir, namun Bambang tidak menunjukkan akan memberikan seluruh uang tersebut.

Ia juga mengaku sudah bertanya kepada Bendahara Setneg mengenai penggunaan dana itu dan ia mendapatkan penjelasan bahwa uang itu seluruhnya harus digunakan untik kegiatan bukan untuk yang lain. "Karena itu Bakormas Banten meminta bantuan hukum untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Kukuh mengungkapkan bahwa yang menjadi persoalam saat ini adalah Bakormas Banten masih memiliki utang Rp45 juta kepada Ito Pandiangan yang digunakan untuk operasional sebelum acara dan sebelum bantuan Setneg turun. Sampai saat ini utang tersebut belum lunas. Ito sendiri merupakan salah satu anggota Bakormas Banten.

Tubagus Amri Wardhana dari Kantor Hukum Tubagus Amri Wardhana dan Rekan mengatakan siap menjadi pengacara Bakormas dan akan menuntaskan kasus ini. Saat ini bukti pelaporan yang dimiliki adalah rekaman kegiatan acara, proposal acara atas nama Bakormas Banten, dan lain-lain.

Amri menyatakan akan melaporkan dugaan penipuan dan penyalahgunaan uang negara ke Polres Tangerang di Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya uang yang digunakan saat acara mencapai Rp105 juta.

Namun uang Rp5 juta itu bukan berasal dari Bambang Wisanggeni melainkan dari Alfamart. Sehingga uang ada pada Bambang Wisanggeni dari Setneg tetap berjumlah Rp100 juta.“Kita akan laporkan ini ke Polres Tangerang dengan dugaan penipuan dan penyalahgunaan uang negara,” kata Amri.Ito Pandiangan yang hadir saat konferensi pers membenarkan uangnya dipinjam dan sampai saat ini belum dilunasi. Ia berharap uang itu segera dilunasi.

Bambang Wisanggeni yang dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa sebenarnya Setneg memberikan anggaran Rp200 juta seluruhnya untuk Kesultanan Banten. Proposal yang dibuat dan diajukan panitia tidak direspons bahkan ditolak oleh kementerian.

Namun, karena Kesultanan Banten melihat acara yang digagas bertujuan baik untuk meredakan situasi agar persoalan dukungan 01 dan 02 tidak memanas, maka Kesultanan Banten membantu panitia dengan anggaran Rp100 juta. Ia melihat upaya pelaporan atas dirinya hanya upaya untuk menjatuhkan nama baiknya. “Itu sebetulnya digoreng saja. Mereka hanya ingin menjatuhkan saya. Jadi berusaha mencari celah,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook