Juli, Pesilat Banten Berangkat Try Out

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Jumat, 14 Juni 2019 - 12:22:24 WIB   |  dibaca: 198 kali
Juli, Pesilat Banten Berangkat Try Out

LATIH TENDANGAN : Atlet pencak silat Banten berlatih tendangan untuk menyempurnakan teknik saat berlatih. Latihan rutin yang dilaksanakan ini juga dalam rangka untuk mempersiapkan kualifikasi Pra PON Papua 2020.

SERANG - Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten terus mematangkan persiapan atlet untuk bersiap menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019. Untuk mencari pesilat terbaik dari Banten, IPSI Banten akan memberangkatkan 28 atlet yang dimilikinya untuk dijaring kembali melalui try out pada ajang UNJ Open pada Juli mendatang.

Ketua Umum Pengprov IPSI Banten Ajat Sudrajat mengatakan saat ini sebanyak 28 atlet yang dimilikinya sedang fokus berlatih bersama kepala pelatih Joko. Untuk efesiensi dan mencari atlet terbaik, Juli mendatang atlet akan diberangkatkan try out di UNJ Open di Jakarta.

“Awalnya, jumlah atlet ada sebanyak 60 orang, diseleksi pada tahap pertama menjadi 40 atlet, kemudian diseleksi kembali hingga saat ini berjumlah 28 atlet, atau full kelas untuk babak Pra PON,” kata Ajat kepada Banten Raya, kemarin.

Dari hasil try out tersebut, pihaknya akan mencari pesilat yang terbaik untuk pemusatan latihan Pra PON 2019 hingga November mendatang. "Jadi, kita akan lihat di try out, jika semua atlet tampil dengan baik, maka kita akan bawa semua untuk semua kelas di Pra PON. Akan tetapi, jika yang kita lihat bagus hanya ada 60 persen, yang kita akan kita bawa hanya 60 persen saja,” ujarnya.

Efesiensi ini disebabkan, kuota dari KONI Banten untuk Pra PON cabor pencak silat hanya ada sepuluh atlet. Sementara, jika Banten ingin membawa full kelas, harus dipersiapkan 28 atlet. “Kalau kuota dari KONI Banten hanya ada sepuluh atlet, sementara 18 atlet lainnya ditanggung oleh IPSI Banten. maka dari itu, diperlukan efesiensi,” ucap Ajat.

Adapun agenda Pra PON sendiri masih belum bisa dipastikan jadwalnya. Tidak lama lagi di PB akan ada musyawarah, yang akan membahas persiapan Pra PON tersebut. Termasuk pembahasan soal zonasi. Kabarnya Pra PON dibagi zona, zona satu adalah daerah Sumatera, zona dua Jawa, Bali dan Kalimantan, zona tiga Sulawesi hingga Papua.

“Banten masuk di zona dua, zona yang keras, dimana di setiap daerahnya atlet-atlet juara Asean Games. Kita sedang berjuang, tidak lama lagi akan ada musyawarah di PB, kita akan dorong agar tidak dibagi zona, jadi Pra PON-nya  digabung saja, agar kans meraih tiket PON 2020 Papua untuk Banten semakin terbuka,” tutupnya. (basyar)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook