Lakalantas Pemudik Akibat Jalan Gelap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 14 Juni 2019 - 13:57:47 WIB   |  dibaca: 270 kali
Lakalantas Pemudik Akibat Jalan Gelap

DITUTUP : Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif memimpin apel penutupan Operasi Ketupat Kalimaya 2019 di Lapangan Maulana Yudha, Puspemkab Tangerang, Kamis (13/6).

KAB. TANGERANG - Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang selama arus mudik dan balik Lebaran 2019  menurun hingga 50 persen jika dibandingkan tahun 2018 lalu. Penyebab lakalantas akibat jalan gelap dan jalan yang lurus.

Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, jumlah kasus lakalantas selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 tercatat sebanyak empat kasus, dengan satu korban meninggal dunia (MD), dua korban luka berat (LB), dan empat korban luka ringan (LR).

Jumlah itu turun dibandingkan arus mudik dan balik Lebaran 2018, dengan jumlah delapan kasus lakalantas, delapan korban MD, tiga korban LB, dan 17 korban LR. Sementara kerugian materi sebesar Rp 93 juta.

Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Ari Satmoko, mengataan pada Operasi Ketupat Kalimaya kali ini terdapat empat kecelakaan yang rata-rata terjadi di Jalan Raya Balaraja arah Kresek."Kecelakaan banyak terjadi di Jalan Raya Balaraja arah ke Kresek. Kecelakaan terjadi di malam hari, karena sangat minim penerangan, ditambah kondisi jalan yang lurus dan bagus jadi pengendara, khususnya roda dua selalu tancap gas di daerah itu," kata Ari kepada wartawan usai apel penutupan Operasi Ketupat Kalimaya 2019 di lapangan Maulana Yudha, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (13/6).

Menurut data kecelakaan tahun lalu, kata Ari, ada delapan kasus lakalntas selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Tercatat ada delapan korban jiwa, tiga korban luka berat dan 17 korban mengalami luka ringan dengan kerugian materi sebesar Rp 93 juta.

"Sementara itu untuk tahun 2019 ini hanya terjadi empat kejadian laka lantas dan satu orang meninggal dunia, dua korban luka berat dan empat korban luka ringan. Dari hasil itu angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Tangerang mengalami penurunan yang cukup signifikan," jelasnya.

Ari menambahkan, peritiwa kecelakaan yang terjadi selama Operasi Ketupat Kalimaya 2019 ini didominasi oleh pengendara roda dua, khususnya pengendara yang tidak hafal medan jalan tersebut."Kebanyakan pengendara roda dua. Para pengendara tersebut sering mengabaikan peraturan yang ada seperti berboncengan lebih dari satu orang, membawa barang berlebih dan yang paling banyak adalah tidak menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm," pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook