Dishub Terima Setoran Rp12 Juta dari Parkir Banten Lama

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 14 Juni 2019 - 14:14:05 WIB   |  dibaca: 255 kali
Dishub Terima Setoran Rp12 Juta dari Parkir Banten Lama

Karcis ILEGAL : Walikota Serang Syafrudin (kiri) memegang karcis parkir liar yang marak di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

SERANG - Setiap bulan Dinas Perhubungan Kota Serang menerima Rp12 juta dari parkir di Banten Lama. Perjanjian kerja sama pengelolaan parkir Banten Lama tertuang dalam dokumen yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang dan pengelola parkir.

Berdasarkan dokumen yang diterima Banten Raya terdapat perjanjian antara Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang yang saat itu dijabat oleh Akhmad Mujimi dengan pengelola parkir atas nama Abdul Muhib HS.

Dalam perjanjian tersebut pada pasal 3 Dinas Perhubungan Kota Serang bertindak sebagai pihak pertama dan Abdul Muhib HS sebagai pengelola parkir bertindak sebagai pihak kedua. Pada pasal 4 disebutkan bahwa pihak kedua setiap bulan harus menyerahkan uang Rp12 juta kepada Dinas Perhubungan Kota Serang.

Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Serang Ahmad Yani membenarkan adanya kerjasama antara Dinas Perhubungan Kota Serang dengan pengelola atas nama Abdul Muhib HS. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian resmi antara Dinas Perhubungan Kota Serang dengan pengelola parkir di Banten Lama.“Parkir yang dikelola oleh pihak kedua berada di dua lokasi yaitu di terminal Sukadiri dan kawasan penunjang wisata,” kata Yani, Kamis (13/6).

Yani menyatakan bahwa perjanjian tersebut adalah perjanjian legal dan resmi antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga yang mengelola parkir. Tarif yang dikenakan pada kedua lokasi parkir tersebut juga masih mengaji Perda Retribusi yang menyebutkan bahwa retribusi parkir untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor sebesar Rp1.000 dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp2.000.

Karena hanya mengelola parkir di dua lokasi maka Dinas Perhubungan Kota Serang menegaskan tidak mengelola parkir di tempat lainnya di Banten Lama. Adapun parkir di luar kedua lokasi itu meski menggunakan karcis yang bertuliskan Dinas Perhubungan Kota Serang merupakan parkir ilegal.

Ia menegaskan karcis parkir yang dibuat pengelola parkir di luar 2 parkir resmi di Banten Lama merupakan karcis ilegal yang tidak pernah dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kota Serang atau instansi terkait seperti Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Serang. “Kalau ada karcis bertuliskan dinas perhubungan tetapi tarifnya di luar ketentuan berarti mereka mencatut nama dishub,” katanya.Yani mengatakan bahwa hari ini Dinas Perhubungan Kota Serang akan menindak parkir di Banten Lama yang menggunakan karcis ilegal.

Terpisah, Walikota Serang Syafrudin menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang untuk segera melakukan pengecekan ke kawasan Banten Lama dan menarik karcis-karcis parkir ilegal. Hal ini menyusul banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan mahalnya tarif retribusi parkir di kawasan Banten Lama saat libur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.
Sekadar diketahui salah satu contoh retribusi tarif parkir kendaraan sepeda motor ditarik senilai Rp 5000 per kendaraan. Pernyataan orang nomor satu di Kota Serang ini terkuak saat menggelar temu media di ruangan kerja walikota di Setda Puspemkot Serang, Kota Serang, Kamis (13/6) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kami menginstruksikan kepada dinas terkait Dishub untuk segera melakukan pengecekan di lapangan. Kemudian kalau masih ada karcis-karcis parkir ilegal yang di luar produk kami, segera diambil dan segera diamankan, dan segera ditata Banten Lama itu maupun yang lainnya,” tegas Syafrudin, didampingi oleh Kabid Dalops LLAJ Dishub Kota Serang Herunajaya dan Kepala UPT Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani, dihadapan awak media.

Ia menjelaskan, bila mengacu pada Perda Nomor 13 tahun 2014, besaran retribusi parkir di Banten Lama sama dengan tarif parkir khusus maupun parkir di tepi jalan. Untuk sepeda motor tarifnya Rp 1000 per kendaraan. Untuk kendaraan minibus Rp 2000 kapasitas 9 orang. Untuk bus bermuatan di atas 9 orang itu tarifnya berkisar Rp 5000-7500.“Kemudian kalau sekarang ada karcis-karcis yang tarifnya lebih dari itu baik parkir motor dan mobil itu berarti di luar ranah Pemkot Serang,” ucap dia.

Ia mengakui bahwa di kawasan Banten Lama banyak sekali parkir liar. Akan tetapi hanya ada dua titik parkir yang dikelola oleh Pemkot Serang. “Di sana itu yang kami berikan SK itu hanya dua titik Terminal Sukadiri dan KPW (Kawasan Penunjang Wisata). Adapun titik –titik yang lain yang dikelola oleh masyarakat, atau ormas, dan OKP, itu diluar tanggung jawab kami,” katanya.

Namun masih kata Syafrudin, pihaknya optimistis bila kedepan Banten Lama telah diserahkan kepada Pemkot Serang tentu akan ditata lebih baik. Hanya memang ada sedikit kendala di bagian kenadzirannya. “Sebenarnya menurut saya kalau permasalahan Banten Lama diserahkan ke Kota Serang tentu kami akan menata. Hanya memang kenadizarannya ada pro kontra. Dua kepengurusan yang sampai hari ini belum terselesaikan insya Allah ke depan kita ajak duduk bersama kalau memungkin nanti Kota Serang yang akan mengelola,” paparnya.

Adapun terkait oknum, ia mengakui dari dulu oknum sudah banyak yang memanfaatkan situasi dan kondisi di Banten Lama, karena wilayah Banten Lama itu salah satu objek wisata satu-satunya di Kota Serang. “Jadi sebenarnya Kalau disebut oknum juga tidak, kalau disebut tidak juga memang juga oknum.

Karena masyarakat memanfaatkan situasi itu. Jadi situasi yang ramai kemudian juga masyarakat juga mungkin ingin usaha. Pemanfaatan-pemanfaatan ini kalau disebut oknum terlalau jauh ya. Pemanfaatan dari masyarakat baik ormas, masyarakat sendiri, mungkin dari OKP dan lain sebagainya,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kabid Dalops LLAJ Dishub Kota Serang Herunajaya menyatakan, pihaknya siap terjun ke lokasi untuk menelusuri dan memberantas karcis-karcis parkir ilegal yang marak di kawasan parkir Banten Lama.“Iya artinya Dishub mungkin besok kita langsung turun ke lapangan. Kalau yang sudah terlanjur ya kita juga nanti ingin menanyakan kepada pengelola di sana kenapa ini bisa terjadi seperti ini,” ujar Herunajaya.

Ia pun mengimbau kepada pengunjung bila menerima karcis parkir liar dengan tarif mahal agar ditolak. Pasalnya, kalau untuk kendaraan roda (KR) 2 jelas itu Rp 1000 menurut karcis. Ini kan Rp 5000 di sana mungkin untuk KR4. “Nah kalau itu terjadi bisa saja kita tolak. Apa lagi umpamanya dikasih karcis warna merah muda itu juga kita harus nolak masak KR 2 dikasih karcis mobil,” tutupnya. (tohir/harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook