Sultan Banten Gugat Balik Bakormas Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 14 Juni 2019 - 14:18:14 WIB   |  dibaca: 277 kali
Sultan Banten Gugat Balik Bakormas Banten

SERANG - Sultan Banten Bambang Wisanggeni berencana menggugat balik Badan Koordinasi Masyarakat (Bakormas) Provinsi Banten yang menyebutnya telah melakukan penipuan. Bambang menilai, yang seharusnya diinvestigasi dalam kasus ini adalah Bakormas Banten yang diketuai Kukuh Pujiyanto.

Bambang mengatakan bahwa ia bersama dengan kuasa hukumnya saat ini sedang menyiapkan gugatan hukum untuk menggugat balik Bakormas Banten yang telah menuduhnya melakukan penipuan uang saat acara Gema Budaya Kebangsaan yang diselenggarakan 22 Desember 2018 lalu di Tangerang.

Ia menegaskan tidak melakukan penipuan. Karena itu ia sedang menyiapkan gugatan dan bukti-bukti yang bisa mendukung gugatannya.“Kami sedang siapkan gugatan balik,” kata Bambang kepada Banten Raya, Kamis (13/6).

Meski sedang menyiapkan bukti untuk mendukung gugatan balik yang akan dilakukannya, namun ia menolak membukanya lebih lebar. Ia mengatakan pada saatnya akan disampaikan kepada publik bagaimana gugatan balik itu akan dilakukan.

Sebab saat ini yang sedang ia persiapkan adalah klarifikasi tentang berita yang lahir dari konferensi pers yang digelar Bakormas Banten pada Rabu lalu. Saat konferensi pers lalu, Ketua Bakormas Banten Kukuh Pujiyanto menyebut Bambang melakukan penipuan.

Bambang menyatakan bahwa secara tegas dan yakin ia membantah tuduhan yang disampaikan Ketua Bakormas Banten Kukuh Pujiyanto kepada wartawan saat konferensi pers Rabu lalu. Ia juga membantah kebenaran berita yang menyudutkannya melakukan penipuan.

Bambang mengungkapkan kronologi kerja sama dirinya dengan Bakormas Banten dalam kegiatan Gema Budaya Kebangsaan di Tangerang itu. Ia menuturkan, saat acara digagas, Bakormas Banten belum mempunyai legal standing untuk mengajukan anggaran ke pemerintah pusat.

Akibatnya proposal yang diajukan Bakormas Banten ditolak, salah satunya oleh kementerian yang dipimpin Puan Maharani. Bakormas pun meminta Kesultanan Banten memback up kegiatan tersebut dengan meminta kesultanan sebagai panitia induk. “Karena kegiatan ini positif, maka kami setuju,” katanya.

Bakormas Banten sebagai panitia awal Gema Budaya Kebangsaan saat itu sudah ada pengeluaran uang untuk biaya administrasi dan sebagainya sekitar Rp53 juta yang dananya merupakan pinjaman dari Ito Pandiangan.  Ia sendiri tidak tahu pengeluaran uang itu untuk apa. Justru ia akan meminta penegak hukum menginvestigasi penggunaan uang itu.

Bambang menceritakan bahwa anggaran acara Gema Budaya Kebangsaan yang dibuat oleh Bakormas Banten semula sangat fantastis yaitu Rp5.563.100.000. Menurut penilaiannya secara pribadi, jumlah anggaran tersebut sangat tidak wajar dan terlalu besar. Maka anggaran pun direvisi sehingga total hanya kurang lebih Rp100 juta.“Dan ternyata dengan dana hanya Rp100 juta acara bisa berlangsung dengan sukses,” ujarnya.

Perihal bantuan dari istana, jika hanya Bakormas Banten yang mengajukan bantuan anggaran, terbukti banyak perusahaan dan instansi yang menolak. Saat pengajuan anggaran ke istana yang diback up oleh Kesultanan Banten barulah pihak istana mau membantu dengan asumsi bahwa Kesultanan Bantenlah sebagai panitia induk acara tersebut.

Lalu Kesultanan Banten hanya memberikan Rp100 juta sesuai revisi anggaran.“Sedangkan biaya awal yang sudah digunakan panitia awal Rp53 juta dan apalagi hingga total anggaran Rp5.563.100.000, Kesultanan Banten tidak bersedia untuk menyiapkannya karena sudah di luar kewajaran,” tuturnya.

Bambang menyatakan bahwa yang seharusnya diinvestigasi adalah pemakaian uang untuk biaya administrasi oleh Kukuh Pujianto sebesar Rp53 juta yang berdasarkan informasi yang diterimanya digunakan untuk keperluan pribadi Kukuh Pujianto. “Kukuh sendiri melempar tanggung jawab utang dari Ibu Ito itu kepada saya dengan menuntut dana yang masih tersisa dari istana,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Ketua Bakormas Banten Kukuh Pujiyanto berencana melaporkan Sultan Banten Bambang Wisanggeni dengan tuduhan penipuan anggaran dari Sekretariat Negara untuk acara Gema Budaya Kebangsaan yang diselenggarakan Desember 2018 lalu. Kukuh mempertanyakan uang Rp100 juta dari bantuan sebesar Rp200 juta untuk kegiatan tersebut. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook