Aula Klinik Asy-Syifa Dinkes Banten Kebakaran

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:53:25 WIB   |  dibaca: 374 kali
Aula Klinik Asy-Syifa Dinkes Banten Kebakaran

BERKOBAR : Sejumlah pegawai Dinkes Banten (mendorong hidran) untuk memadamkan api di aula gedung C Klinik Asy-Syifa Dinkes Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (14/6).

SERANG – Kebakaran terjadi di Aula Gedung C Klinik Asy-Syifa Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (14/6). Api diduga berasal dari sampah kering yang terbakar di samping aula. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB atau tepat memasuki waktu salat Jumat. Saat kejadian, cuaca sedang terik-teriknya dan tiba-tiba saja api muncul dari samping  bangunan aula yang berada tepat di belakang Kantor Dinkes Banten. Api bahkan membumbung tinggi hingga lantai dua bangunan.

Mengetahui ada kobaran api, pegawai klinik berhamburan keluar. Menghindari hal tak diinginkan, sejumlah kendaraan yang terparkir dekat klinik juga dievakuasi. “Ya pasti panik, masing-masing menyelamatkan diri. Ambulans di klinik juga tadi digeser mungkin supaya enggak kena api,” ujar salah seorang pegawai Dinkes Banten yang enggan disebutkan namanya.

Melihat ada api, beberapa pegawai berinisiatif memadamkan api menggunakan alat pemadan api gedung atau hydrant agar api tak menjalar. Selang beberapa lama, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api akhirnya bisa benar-benar dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Provinsi Banten M Yusuf mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Dia memprediksi peristiwa itu terjadi akibat ulah oknum tak bertanggung jawab yang membuang puntung rokok menyala ke tumpukan sampah kering di samping bangunan aula.

“Belum bisa ngomong, kemungkinan ada orang yang ngerokok main buang. Kemungkinan, karena saya tidak bisa nuduh dulu nih. Di situ kan ada sampah kering, mungkin sampah merembet, tadi lagi panas-panasnya,” ujarnya kepada awak media di lokasi kejadian.

Mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menuturkan, kebakaran tak memberikan dampak signifikan karena api mampu dijinakan tak lama setelah menyala. Meski demikian, dia tak menampik ada kerugian materiil yang ditimbulkan.

“Cuma yang ke atas itu akibat (fasilitas terdampak kebakaran) kamar mandi (aula). Besar sih enggak, cuma segitu doang. Kerugian juga enggak signifikan, itu saja ke dalam asap pasti ada, hitam kan. Langsung bisa mati karena ada hydrant, sebentar doang,” katanya.

Dia memastikan, tak ada korban dalam kejadian tersebut. Saat ini baik pelayanan Dinkes maupun klinik sudah kembali berjalan normal. “Listrik, arsip aman. (Listrik) sudah dinyalakan, tadi sudah dikontrol tidak ada (api lagi),” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Banten Raya, kejadian serupa di area Kantor Dinkes Banten bukan kali pertama terjadi. Pada 6 Oktober 2017, klinik khusus untuk para ASN pemprov itu nyaris terbakar. Saat itu muncul api dari salah satu ruang klinik tapi mampu dipadamkan sebelum membesar. Diduga ada korsleting dari terminal listrik yang disambung untuk cooler atau pendingin ruangan.

Pantauan di lapangan usai api padam kegiatan di Dinkes sudah kembali normal. Klinik tetap memberikan pelayanan dan pegawai Dinkes sudah kembali hilir mudik.Terpisah, dua rumah milik Jasapati, dan Sarmi, warga Kampung Silaut, RT 03 RW 06, Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar hingga menjadi abu, Jumat (14/6).

Kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek listrik. Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00. Api pertama kali muncul dari rumah Jasapati. Sontak melihat peristiwa itu, korban berteriak meminta tolong. Namun api kadung membesar dan merambat ke ke rumah Sarmi.

Warga yang mendengar peristiwa tersebut langsung mendatangi tempat kejadian untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Beberapa jam kemudian api baru bisa dipadamkan. Saprol, relawan Tanggap Bencana Desa Cipicung menyebutkan, kebakaran itu terjadi ketika pemilik rumah sedang tidur. "Awalnya rumah Jasapati yang kebakaran, karena ada kabel listrik yang terbakar, kayak bau hangus. Mereka pada lari menyelamatkan diri. Akibat api gak bisa dipadamkan merambat ke rumah Sarmi," katanya.

Camat Cikedal Surya Darmawan mengatakan, sudah menerjunkan pegawai untuk mengecek dan mendata kedua rumah korban yang terbakar. Pihaknya akan segera melaporkan data itu kepada BPBD Pandeglang. Akibat kejadian itu kedua korban harus tinggal di rumah kerabatnya. "Pas dapat laporan kita langsung turun kesana. Rumah dan isinya sudah kita data, tinggal datanya nanti kita sampaikan ke dinas terkait supaya dapat bantuan," ujarnya. (dewa/yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook