3 Korban Dugaan Pencabulan Diperiksa

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:55:48 WIB   |  dibaca: 1274 kali
3 Korban Dugaan Pencabulan Diperiksa

SERANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Serang memeriksa tiga siswi salah satu SLTP di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang merupakan korban dugaan pencabulan tiga gurunya, Jumat (14/6).

Kanit PPA Polres Serang Ipda Deni Hartanto mengatakan, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh tiga oknum guru itu masih dalam tahap penyelidikan, dan kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan para korban dan saksi.

"Anggota masih (Jumat petang -red)) melakukan pemeriksaan saksi. Masih dalam proses lidik, kita masih melakukan pemeriksaan visum dan pemeriksaan saksi," katanya kepada Banten Raya ketika melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Deni, selain ketiga korban, pihaknya juga memanggil sejumlah guru yang bertugas di sekolah tersebut minus tiga pelaku. "Tiga orang sudah kita periksa (korban) dan beberapa guru," ujarnya.

Lebih lanjut, Deni mengungkapkan, selama masih dalam proses penyelidikan, kepolisian belum bisa menyimpulkan dugaan peristiwa persetubuhan antara guru dan anak didiknya itu. "Dari kita sendiri belum membenarkan kejadian itu. Karena masih dalam proses lidik," ungkapnya.

Deni menuturkan, dari pemeriksaan sementara terhadap ketiga siswi, kejadian persetubuhan yang dilakukan pada bulan Maret 2019 lalu itu memang terjadi. Namun penyidik masih menggali kebenaran informasi tersebut."Kita masih periksa hasil visumnya, kalau hasilnya sudah A1, korbannya siapa dan pelakunya siapa, nanti kita kabari," katanya.

Diketahui sebelumnya, tiga oknum guru sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang diduga mencabuli tiga orang siswinya yang masih berada di bawah umur. Kasus ini terungkap dari laporan Bunga (bukan nama sebenarnya) kepada petugas kepolisian yang melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh OM, salah seorang guru SLTP tersebut.

Pemerkosaan dilakukan di ruang laboratorium komputer sekolah pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 atau saat jam istirahat sekolah. Dari laporan tersebut terungkaplah bahwa ternyata dua rekan Bunga yakni Melati dan Mawar juga disetubuhi oleh dua guru berbeda pada waktu yang sama saat Bunga diperkosa.

Artinya, saat kejadian, tiga orang guru menyetubuhi tiga siswinya pada saat bersamaan di tempat yang sama. Kasus ini saat ini ditangani Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook