Warga Talun Keluhkan Proyek P3-TGAI

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 17 Juni 2019 - 12:58:30 WIB   |  dibaca: 299 kali
Warga Talun Keluhkan Proyek P3-TGAI

PROTES : Warga Kampung Talun, Kelurahan Babakan Kalanganyar, mengecek pekerjaan proyek P3-TGAI yang dinilai kurang berkualitas, Minggu (16/6).

PANDEGLANG - Warga Kampung Talun, RT 02 RW 03, Kelurahan Babakan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang mengeluhkan proyek irigasi program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) di kampungnya. Warga menilai kualitas proyek itu kurang berkualitas.

Asep warga setempat mengatakan, proyek irigasi yang sudah berjalan sejak beberapa hari lalu tidak sesuai spesifikasi. "Pembangunannya kurang bagus, seperti bawah pondasi bangunan harusnya lebar 40 centimeter, tapi kenyataannya paling hanya 20 centimeter," keluh Asep ditemui di lokasi pekerjaan, Minggu (16/6).

Asep menyebutkan, pihaknya sudah mengingatkan para pekerja untuk membangun irigasi itu berkualitas. Mengingat pembangunan irigasi sangat membantu para petani dalam mendapatkan saluran air. "Sudah kami ingatkan. Kami ingin pekerjaan irigasi itu bisa tahan lama dan bermanfaat," harapnya.

Ketua RW 03 Kampung Talun, Epi mengatakan hal yang sama. Menurut dia, pembangunan proyek irigasi tidak ada koordinasi sebelumnya. "Seharusnya sebelum dibangun, ada koordinasi dulu. Kami juga ingin tahu pembangunan apa yang akan dibangun di wilayah kami. Sementara pekerjanya juga sebagian bukan warga kami, melainkan warga dari luar Kelurahan Babakan Kalanganyar," ujarnya.

Ketua Pelaksana P3-TGAI Sumber Tani, Wawan Gunawan mengklaim, tidak berkualitasnya pembangunan irigasi karena kurangnya pengawasan. "Itu kan memang saya juga paham. Ketika artinya tidak diawasi, kadang-kadang pekerja seperti itu karena mengejar volume. Tapi ketika kita awasi disitu memberikan arahan biasa, faktanya juga memang ada. Tapi kalau kitanya gak ada, namanya pekerja suka begitu, seolah-olah mengejar volume pengen cepat," imbuhnya.

Menurutnya, sebelum proyek itu dikerjakan pihaknya sudah melakukan musyawarah dengan warga setempat hingga pihak Kelurahan Babakan Kalanganyar. "Program ini tidak akan terlaksana tanpa ada musdes (musyawarah desa) satu dan dua karena ada tahapan-tahapannya.

Siapa yang menghadiri? Orang-orang yang akan menerima manfaat, terutama yang punya sawah di lingkungan sini. Kalau ada yang ngomong gak dilibatkan bohong, kalau ada masyarakat ingin dilibatkan kepentingannya apa. Yang utama itu penerima manfaat," ujarnya.

Wawan menjelaskan, proyek P3-TGAI berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian Provinsi Banten, dengan anggaran mencapai Rp195 juta bersumber dari APBN tahun 2019. "Pekerjaannya dilaksanakan pada 10 Mei dengan panjang irigasi sekitar 400 meter. Targetnya satu bulan selesai. Saya juga menekankan kepada penggarap sawah yang dipasang irigasi, ketika sudah selesai tolong dirawat," jelasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook