Cegah Pergerakan Massa, Polres Serang Sekat Jalur To

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 17 Juni 2019 - 13:19:58 WIB   |  dibaca: 119 kali
Cegah Pergerakan Massa, Polres Serang Sekat Jalur To

PEMERIKSAAN: Anggota Polres Serang mengelar pemeriksaan kendaraan di pintu masuk Tol Cikande guna mengantisipasi adanya pergerakan massa ke Jakarta, kemarin.

SERANG- Guna mengantisipasi adanya pergerakan massa ke Jakarta pada sidang perkara perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi (MK), Kepolisian Resort Serang, pada Jumat (14/6) hingga Sabtu (15/6) dini hari, melakukan penyekatan di gerbang Tol Ciujung dan Cikande.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, operasi di pintu tol itu bertujuan untuk mengantisipasi pengerahan massa serta masuknya barang-barang berbahaya, termasuk di antaranya bahan peledak ke Jakarta. Sasaran operasi yaitu kendaraan boks dan minibus serta kendaraan lainnya yang mengarah ke Jakarta.

"Kegiatan ini merupakan wujud operasi rutin kepolisian. Maksud dan tujuan adalah menjaga kondisi kamtibmas serta meminimalisasi pergerakan massa yang akan berangkat ke Jakarta jelang putusan sengketa pilpres di MK," katanya kepada Banten Raya, Minggu (16/6).

Menurut Indra, sebagai daerah penyangga ibukota negara, Kabupaten Serang memiliki potensi kerawanan kamtibmas yang cukup tinggi. Oleh karenanya, operasi cipta kondisi ini akan dilaksanakan hingga menjelang putusan sidang MK pada 28 Juni mendatang. "Alhamdulillah, sepanjang dilaksanakan operasi, pihaknya tidak menemukan barang-barang yang dilarang maupun pergerakan massa ke Jakarta," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Indra juga meminta masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di gedung MK. Polres juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membimbing masyarakat agar menghormati langkah konstitusional dalam menyelesaikan sengketa pemilu."Jangan sampai ada aksi massa, dan selalu senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kabupaten Serang," pintanya.

Indra berharap masyarakat tidak dengan mudah percaya terhadap berita-berita bohong (hoaks) yang dapat mengganggu kamtibmas di wilayah setempat. Jika menemukan berita bohong, masyarakat sebaiknya segera melaporkan kepada pihak yang berwajib."Kita dari kepolisian sangat mengharapkan kerjasama tokoh agama dan masyarakat untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap berita-berita yang sumbernya tidak jelas. Jika ada yang menemukan, segera laporkan pada kami," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir memastikan tidak akan ada gerakan aksi unjuk rasa dari masyarakat Banten. Meski begitu, Polda Banten tetap meminta instansi-instansi di Banten untuk membantu kepolisian melakukan imbauan agar warga tidak datang ke MK.

"Tidak ada gerakan. Kalau imbauan kita memang melaksanakan imbauan itu dari awal hingga sekarang bersama-sama dengan TNI dan intansi lainnya, kita mengajak masyarakat supaya melaksanakan aktivitas kegiatan sehari-hari seperti biasa, kemudian memantau melalui media," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook