Perampok Emas 6 Kilogram Teridentifikasi

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 17 Juni 2019 - 16:01:11 WIB   |  dibaca: 1337 kali
Perampok Emas 6 Kilogram Teridentifikasi

MASIH DIBURU : Anggota Reskrim Polresta Tangerang melakukan olah TKP di toko emas Permata, Sabtu (16/6).

KAB TANGERANG - Aksi perampokan bersenjatakan pistol dan samurai terjadi di toko emas Permata, Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Kamera pengintai atau Closed Circuit of Television (CCTV) yang terpasang di dalam toko emas merekam aksi para perampok tersebut.

Berdasarkan berdasarkan pantauan CCTV yang diperlihatkan karyawan toko emas Permata, kawanan perampok itu berjumlah dua orang dengan mengenakan kaos hitam, jelana pendek dan topi. Saat peristiwa itu terjadi, kondisi toko sedang ramai dikunjungi pembeli.

Namun dengan seketika perampok itu datang dan mengancam orang-orang yang ada di toko emas permata dengan menggunakan senjata api berupa pistol dan senjata tajam berupa samurai. Setelah itu, dengan tergesa-gesa kawanan itu menggondol semua emas yang terpajang.

Salah seorang saksi mata, Panjul (51) mengaku, tak sengaja meyaksikan aksi perampokan itu. Saat kejadian, ia mengantarkan air mineral pesanan karyawan toko emas Permata. Saat berada di depan toko emas Permata, dua perampok dengan mengendara Avanza putih dengan nomor polisi (Nopol) T 1721 turun dari mobil dan langsung mengancam orang-orang yang ada di toko emas dengan pistol dan samurai. Bahkan, salah satu pelaku yang membawa samurai sempat mengancam dirinya dengan samurai agar tidak melawan.

Setelah itu, salah satu perampok dengan memegang pistol melompat etalase toko untuk masuk ke dalam toko dan menggasak perhiasan emas yang ada di dalam etalase. “Saya hanya diam saat diancam pelaku pakai samurai. Karyawan toko emas juga pada lari ketakutan. Bahkan ada yang nangis juga,” kata pedagang kopi yang lapaknya sekitar 100 meter dari toko emas permata ini saat ditemui di TKP.

Panjul menambahkan, aksi perampokan itu terbilang cepat. Para perampok butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit utuk menggasak emas dan kabur mengunakan mobil. Saat kejadian, tidak ada warga yang berani menghentikan. Meskipun saat itu ramai pembeli. “Sekitar 15 hingga 20 menit mereka beraksi. Orang-orang tidak berani menghentikan, pada takut semua,” tutupnya.

Senada disampaikan Asep Hidayat (45), karyawan toko arloji samping toko emas Permata mengatakan, ia dan sejumlah warga tidak berani menghentikan aksi perampokan itu karena dua perampok itu memegang pistol dan samurai.

Sejumlah warga, kata Asep, baru memberanikan diri mengejar dan berteriak rampok saat kedua perampok masuk ke dalam mobil yang kabur ke arah Jalan Raya Serang. “Saat pelaku mau kabur ke arah Serang, mobil pelaku sempat dilempari batu oleh warga, kaca mobil belakang pecah akibat lemparan itu,” singkatnya.

Asep menambahkan, aksi kedua perampok itu terbilang berani karena saat kejadian di toko emas permata dan sekitarnya sudah ramai oleh orang. Selain itu, jarak antara Polsek Balarja dengan toko emas permata hanya sekitar 200 meter. Untuk itu, Asep menduga, para pelaku bukan berasal dari Kabupaten Tangerang. “Saya yakin perampok itu bukan asli sini (Kabupaten Tangerang red). Toko emas Permata ke Polsek Balaraja dekat. Jika dilihat dari Polsek Balaraja, toko emas Permata kelihatan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya sudah membentuk tiga tim yang berasal dari anggota Reskrim Polresta Tangerang untuk memburu pelaku. Tim pertama, kata Sabilul, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menemukan sidik jari pelaku. Tim kedua dan tim tiga, sedang memburu pelaku. “Kami minta doanya, kami usahakan hanya dalam waktu singkat para pelaku sudah kami tangkap," kata Sabilul melalui telepon, Minggu (16/6).

Terkait identitas pelaku, kata Sabilul, berdasarkan keterangan saksi dan rekaman kamera CCTV di toko emas permata. Pihaknya sudah bisa mengidentifikasi identitas dan daerah asal pelaku. Meskipun saat menjalankan aksinya, para pelaku mengenakan masker atau penutup wajah. “Kami sudah mengetahui identitas dan asal daerah pelaku. Namun untuk kepentingan peyelidikan, kami tidak bisa sebutkan. Sementara untuk pistol yang dibawa pelaku, kami belum bisa pastikan senjata yang dibawa asli atau hanya imitasi,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang AKP Gogo Galesung menambahkan, pihaknya belum menghitung kerugian korban karena fokus untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun, berdasarkan keterangan korban, para pelaku yang berjumlah dua orang berhasil membawa lari 6 kilogram emas senilai Rp 1,6 miliar. “Kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kerugian sementara berdasarkan keterangan korban mencapai 1,6 miliar,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook