Calo Tawarkan Rp10 Juta untuk Masuk Sekolah

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 17 Juni 2019 - 16:08:44 WIB   |  dibaca: 241 kali
Calo Tawarkan Rp10 Juta untuk Masuk Sekolah

Persiapan PPDB : Petugas mempersiapkan ruangan untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Cilegon, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Minggu (16/6).

SERANG – Calo yang menawarkan kemudahan masuk sekolah favorit selalu muncul setiap kali penerimaan peserta didik baru (PPDB) dibuka. Kali ini kabar tidak sedap itu muncul di salah satu sekolah favorit yang ada di Kota Serang.

Agus, salah seorang warga Taman Banten Lestari, mengatakan bahwa saat ia akan memasukkan anaknya ke SMKN 1 Kota Serang ia ditawari oleh temannya yang mengaku bisa menyukseskan anak pertamanya itu masuk ke SMKN 1 Kota Serang. Calo PPDB ini meminta uang Rp10 juta kepada Agus sebagai upah agar bisa meloloskan anaknya ke sekolah favorit tersebut.“Saya sempat bilang ke istri tapi sayang juga uang Rp10 juta buat gitu doang,” kata karyawan salah satu pabrik sepatu ini, Minggu (16/6).

Agus mengatakan bahwa temannya itu mengaku memiliki saudara yang merupakan guru di SMKN 1 Kota Serang. Guru ini diyakini mampu mengusahakan anaknya yang mendaftar ke sekolah masuk sesuai dengan jurusan yang diinginkan.

Tidak hanya itu, bahkan orang tua tidak perlu mendaftarkan anaknya susah payah melalui situs daring atau datang ke sekolah. Orang tua yang memakai jasa ini cukup duduk manis dan anaknya dijamin lolos.“Daftar sampai keterima dia yang ngurus,” ujarnya.

Agus menyatakan bahwa berdasarkan keterangan temannya itu ia tidak perlu membayar secara lunas uang Rp10 juta itu bila sepakat dengan kerja sama itu. Bahkan ia tidak diminta menyerahkan uang muka guna kesepakatan tersebut. Ia hanya cukup menunggu sampai mendapatkan berita anaknya lulus. Setelah lulus, barulah uang dibayarkan kepada calo tersebut.

Agus mengaku antara percaya dan tidak dengan tawaran itu. Namun bila ada uang berlebih, ia akan mencoba jasa calo tersebut demi agar anaknya masuk ke sekolah yang diinginkan. Sementara dalam kondisi saat ini ia mengaku tidak memiliki uang sebanyak itu.

Sementara itu pihak SMKN 1 Kota Serang sampai berita ini dibuat belum bisa dikonformasi mengenai kebenaran informasi tersebut. Wakil Kepala SMKN 1 Kota Serang Asep Tatang yang dihubungi melalui telepon belum bisa memberi komentar karena telepon yang bersangkutan tertinggal di rumah, seperti yang disampaikan istrinya.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Rudi Prihadi yang juga menjadi panitia PPDB mengimbau warga untuk melaporkan kepada kepolisian jika menemukan adanya pihak yang menawarkan masuk SMA/SMK dengan iming-iming uang. Rudi mengajak kepada masyarakat untuk mengawasi proses PPDB di sekolah yang mulai berlangsung hari ini. "Silakan laporkan ke pengaduan yang berada di website sekolah agar segera ditindaklanjuti," tuturnya.

Rudi menjelaskan, PPDB pada jenjang SMK tidak menggunkan sistem zonasi, namun menggunakan uji kompetensi calon peserta didik. Tidak hanya itu, kepala sekolah dan operator pun sudah menandatangani pakta integritas. Artinya, jika pihak sekolah melakukan pelanggaran atau adanya calo dalam PPDB, maka akan segera ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, terkait dengan PPDB, Dindikbud Banten menggunakan video live streaming agar masyarakat bisa memantau penerimaan siswa baru. "Nanti suasana PPDB di sekolah bisa dipantau melalui video live streaming, baik oleh sekolah lain, KCD maupun oleh Dindikbud Banten," kata Rudi.

Tidak hanya untuk memantau pelaksanaan PPDB, lanjutnya, video live streaming ini juga akan digunakan untuk live antar sekolah terkait kondisi kuota dan peralihan peserta didik baru jika kuota sekolah yang dituju sudah terisi."Video live streaming tersebut juga bisa digunakan oleh orangtua atau calon peserta didik baru untuk mengetahui kondisi kuota di sekolah pilihan kedua," ungkapnya. (tohir/satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook