Serapan Fisik Tak Capai Target

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 14:42:58 WIB   |  dibaca: 115 kali
Serapan Fisik Tak Capai Target

KEJAR KETERTINGGALAN: Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (kiri) memberi arahan saat memimpin rapat pimpinan di aula kantor Bappeda Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (17/6).

SERANG- Realisasi serapan fisik Pemprov Banten hingga awal Juni belum mencapai target yang dicanangkan. Capaiannya hanya mencapai 40,24 persen dari yang seharusnya 45 persen. Melencengnya target tersebut ditenggarai lantaran pekerjaan yang tertuda akibat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriyah.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, secara umum realisasi serapan fisik masih lebih tinggi dibanding serapan keuangan. Meski demikian, realisasi serapan fisik masih belum mencapai target hingga awal bulan ini. Seperti diketahui, persentase serapan keuangan mengacu pada besaran APBD di mana pada tahun anggaran 2019 ini nilainya mencapai Rp 12,15 triliun.

“Capaian fisiknya sudah 40,24 persen dari target 45 persen, berarti ada deviasi 5 persen. Itu biasa, ada plus, minus ya. Kalau capaian keuangan 30 persen, ini proses di OPD masih pencairan, yang kita jaga (serapan) fisiknya,” ujarnya kepada wartawan usai rapat pimpinan di aula kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (17/6).

Pemegang lima gelar akademik itu menjelaskan, realisasi fisik yang melenceng dari target dikarenakan adanya waktu pengerjaan yang terpotong oleh persiapan dan perayaan Lebaran. Kekurangan tersebut akan digenjot ada bulan ini.

“Kemarin potong (libur) Lebaran 10 hari. Insya Allah ke depan kalau deviasi fisik 5 persen kalau sudah berjalan fisik kan bisa normal (tercapai) target untuk bulan depan. Semester I (2019) target Insya Allah bisa normal,” katanya.

Untuk mengejar ketertinggalan itu juga, kata dia, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah menyelesaikan lelang proyek untuk segera menindaklanjutinya. “Banyak yang sudah realisasi lelang tapi masih proses penandatanganan kontrak, nah itu minta dipercepat. Karena sekarang sudah Lebaran harus kerja. Kemudian tadi juga semua OPD ditanya dan memang mereka masih dalam proses (penandatanganan kontrak),” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Mahdani, jika capaian fisik tinggi maka akan secara otomatis berdampak pada realisasi serapan keuangan. Sebab, mekanisme pembayaran proyek dilakukan sesuai progres pengerjaan. Ketika progres fisik semakin besar maka uang yang dibayarkan semakin besar pula.

“Keuangan kan terutama memang di fisik ya, jadi fisik kan karena OPD yang menangani fisik saat ini uang muka saja belum pada cair kan. Karena kan penandatanganan kontraknya belum. Uang yang proyek fisik belum kan, besar-besar itu. Sekarang uang muka cair saat penandatanganan kontrak,” tuturnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, optimalisasi capaian pembangunan fisik maupun serapan keuangan adalah kewajibannya. Oleh karenanya, saat rapim kemarin dirinya menekankan agar capaian tersebut bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Penekanannya kalau memang sudah lelang, (penandatangan) kontrak maka harus cepat dibangun. Sesuai target hasil kontrak sampai November, misalnya infrastruktur jalan harus bisa terselesaikan. Jadi agar 2020 ini target pencapaian infrastruktur jalan yang menjadi tupoksi provinsi bisa selesai semua,” ujarnya.

Dengan penekanan tersebut, mantan anggota DPR RI itu optimistis seluruh target yang telah ditetapkan ke depannya bisa terlaksana. “Jadi yang memang sudah direncanakan dan terjadwalkan di triwulan kedua ini harus selesai semua,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook