Dua Korban Pencabulan Guru Lapor Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 14:45:17 WIB   |  dibaca: 103 kali
Dua Korban Pencabulan Guru Lapor Polisi

SERANG - Dua siswi  Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang menjadi korban pencabulan gurunya, melaporkan dua guru berinisial DS dan AS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, Senin (17/6). Sebelumnya, seorang siswi juga melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh OM yang juga guru SLTP tersebut.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega membenarkan dua korban pencabulan oknum guru melapor ke Polres Serang. Dengan begitu ada 3 laporan kasus pencabulan anak di bawah umur, siswi SLTP yang sama dengan 3 orang terlapor berinisial DS, OM, dan AS."Pelapornya hanya 1 orang. Nah ini ada 2 pelapor lagi mau membuat laporan juga," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut David, kasus dugaan pencabulan terhadap tiga siswi SLTP oleh 3 gurunya itu masih dalam penyelidikan kepolisian dan masih melakukan pengumpulan barang bukti untuk memperkuat kasus tersebut. "Masih proses penyelidikan, kita masih perkuat saksi. Ada saksi lain tapi kurang kuat, hanya dari perkataan saja," ujarnya.

David menjelaslan, selain memeriksa saksi, penyidik hingga kini masih menunggu hasil visum korban yang telah melapor. Meski begitu kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut sesuai dengan keterangan korban. "Kita nunggu hasil visum 2 sampai 3 hari. Memang ada perlakuan, kalau luka robeknya (alat vital) luka lama," jelasnya.

Lebih lanjut, David mengungkapkan, penyidik juga telah melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya didapat informasi jika ke tiga korban pencabulan itu memiliki hubungan khusus, selain murid dan guru. "Ada lidik di lapangan. Ada semacam hubungan si korban dengan calon pelaku, mereka punya riwayat pacaran," ungkapnya.

Meski sudah melakukan pemeriksaan korban maupun saksi, David mengaku belum bisa menetapkan ketigasnya sebagai tersangka. Sebab bukti-bukti yang dimiliki kepolisian belum bisa menjerat ketiganya. "Penetapan tersangka belum, karena dasarnya harus kuat. Nggak boleh asal menjadikan tersangka," ungkapnya.

Sementara Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, kasus dugaan pencabulan tiga siswi SLTP oleh tiga gurunya itu akan dipercepat prosesnya. Sejak adanya laporan penyidik secara maksimal menangani kasus tersebut. "Belum (tersangka), makanya dari kemarin kita memaksimalkan para saksi. Kita tidak main-main (menangani kasus pencabulan ini)," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, tiga oknum guru sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang diduga mencabuli tiga orang siswinya yang masih dibawah umur. Kasus ini terungkap dari laporan Bunga (bukan nama sebenarnya) kepada petugas kepolisian yang melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh OM, salah seorang guru SLTP tersebut.

Dugaan pemerkosaan dilakukan di ruang laboratorium komputer sekolah pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00, atau saat jam istirahat sekolah. Dari laporan tersebut terungkap bahwa ternyata dua rekan Bunga yakni Melati dan Mawar juga disetubuhi oleh dua guru berbeda pada waktu yang sama, saat Bunga diperkosa. Artinya saat kejadian, tiga orang guru menyetubuhi tiga siswinya pada saat bersamaan di tempat yang sama. Saat ini kasus tersebut ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook