Kemenag Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 14:51:08 WIB   |  dibaca: 77 kali
Kemenag Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019

NGAJI: Sejumlah santriwati Pondok Pesantren Turus Pandeglang sedang membaca kitab kuning yang menjadi pelajaran wajib, kemarin.

Kementerian Agama Republik Indonesia, kembali menggelar seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2019, Selasa (18/6), untuk pilihan studi di perguruan tinggi dalam  negeri. Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren   Ahmad  Zayadi.

Menurutnya, seleksi PBSB tahun ini diikuti oleh 4.160 santri yang secara serentak dilaksanakan di 34 propinsi. Para santri akan memperebutkan 170 kuota yang tersedia dan tersebar di 18 perguruan  tinggi  mitra  yakni,  UIN Jakarta (dengan kuota penerimaan sebanyak 9 santri), UIN Bandung (10 santri), UIN Yogyakarta (20 santri), UIN Semarang (10 santri), UIN Malang (11 santri),  UIN Surabaya (20 santri), UIN Makassar (14 santri), IPB Boger (15 santri), ITS Surabaya (8 santri), UGM Yogyakarta (7 santri), Uncen Jayapura (8 santri), UPI Bandung (8 santri), UAI Jakarta (5 santri), UNDIP Semarang (5 santri), Ma'had Aly As'adiyah Sengkang (5 santri), Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Jombang (5 santri), Ma'had Aly Kebon Jambu Cirebon (5 santri) dan Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Situbondo (5 santri).

Tes PBSB menggunakan Computer Based Test (CBT) yang dibagi menjadi lima sesi; tes potensi akademik (60 menit), tes bahasa dan kepesantrenan (60 menit), tes kemampuan bidang studi     (90 menit), tes tahfizh   Al-Quran khusus bagi santri yang mendaftar pada UIN Malang (150 menit), tes membaca kitab kuning dan hafalan 100 bait nazhom alfiyah khusus bagi  santri yang mendaftar pada Ma'had Aly (60 menit) pada Tanggal 19 Juni. "Santri yang mendaftar pada Ma'had Aly hanya berasal dari 16 propinsi," terang Zayadi.

Ke-16 propinsi tersebut adalah, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan  dan  Sulawesi Tenggara.

Hasil seleksi akan diumumkan secara online pada Juli mendatang. Santri yang dinyatakan lulus harus segera melengkapi pemberkasan pada Kanwil Kemenag Propinsi masing-masing, untuk melakukan legalisir dan pelengkapan administrasi lainnya. Mereka selanjutnya akan mengikuti matrikulasi sesuai     jadwal yang ditetapkan perguruan tinggi mitra.

Ahmad Zayadi menambahkan, PBSB menjadi bagian dari afirmasi Kemenag dalam memperluas akses santri untuk mendapatkan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi terbaik. Kebijakan ini didasarkan pada fakta posisi strategis pesantren dalam ikut mencerdaskan dan menjaga kedamaian kehidupan  bangsa. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook