Komisi VIII DPR RI Dorong RUU Ponpes

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 14:55:46 WIB   |  dibaca: 260 kali
Komisi VIII DPR RI Dorong RUU Ponpes

KUNJUNGAN: Ketua Komisi VIII DPR RI, HM. Ali Taher P (tiga dari kiri) foto bersama usai menghadiri pelepasan 149 peserta didik YPI Nurul Falah Talok, kemarin.

SERANG - Saat ini Komisi VIII DPR RI komisi yang bermitra dengan pemerintah dalam membawahi masalah pendidikan madrasah dan pondok pesantren, sedang fokus untuk menyelesaikan rancangan undang-undang (RUU) pondok pesantren (Ponpes). Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, HM. Ali Taher P.

Menurutnya, RUU Pondok Pesantren harus diperjuangan agar bisa segera disahkan dan menjadi Undang-undang Pondok Pesantren. Karena Undang-Undang Pondok Pesantren ini penting dan sarat makna, sebagai sebuah landasan dan pijakan agar pendidikan madrasah dan ponpes yang jumlahnya cukup banyak dapat mampu bermetamorfosis menjadi pendidikan maju dan bermartabat.

Dengan adanya Undang-undang Ponpes, katanya, maka Ponpes tidak lagi dimarjinalkan oleh eksistensi lembaga pendidikan lainnya. Terlebih bersanding dengan pendidikan umum. Tentu eksistensi UU Ponpes ini bukan saja mengcover sebatas pada orientasi kuantitas semata, tetapi lebih pada upaya meningkatkan kualitas standar pengelolaan dan standar sarana prasarana.

Ia menjelaskan, sebuah Ponpes eksistensinya ada di bawah yayasan pendidikan islam dalam yuridis formalnya. Sebagai sebuah induk, yayasan sesungguhnya mesti dapat menjalankan rangkaian pola pendidikan yang berbasis madrasah ini dengan cukup baik.

Tapi faktanya, lanjutnya, kenyataan dilapangan sangat memprihatinkan dan ironis, karena masih terdapat beberapa madrasah yang sangat mebutuhkan perhatian dan kerjasama berbagai pihak. Madrasah dalam sebuah yyasan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan finansial dari pribadi pendiri atau pimpinan yayasan, tetapi tetap butuh perhatian cukup besar dari instutusi terkait pemerintahan untuk semua tingkatan.

"Karena cita-cita madrasah tidaklah menjadi berbeda dangan institusi lainnya. Madrasah sama halnya sekolah lainnya yang punya cita-cita luhur, yaitu memajukan dan mencerdaskan anak bangsa. Bahkan nilai plus madrasah dapat mengintegrasikan nilai agama dan umum secara simultan," kata Ali saat menghadiri pelepasan peserta didik Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Falah Talok, Kresek, kemarin.

Di lokasi yang sama, Malik Fatoni, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Falah Talok merasa terharu atas respons, kepedulian dan komitmen jelas Komisi VIII DPR RI kepada yayasan pondok pesantren.

Ia mengaku optimis bahwa YPI Nurul Falah Talok terus akan  berkembang dan melangkah maju sebagai pionir terdepan dalam memajukan pendidikan yang dapat memberikan andil besar bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan.

"Untuk itu kami mohon doa para wali murid yang sudah ikhlas menitipkan anaknya untuk di didik di lembaga kami. Dan juga kepada semua pihak yang turut serta membantu bersama-sama dengan kami untuk terus memajukan nurul falah," katanya.Perlu diketahui, sebanyak 149 peserta didik YPI Nuru7l Falah Talok mengikuti wisuda Tahun 2019. dari jumlah tersebut terdiri dari 20 siswa TK, 37 Siswa SD, 50 Siswa MTs dan 42 Siswa MA. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook