Korban Gusuran Tol JORR II Gruduk Pemkot

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 15:02:46 WIB   |  dibaca: 218 kali
Korban Gusuran Tol JORR II Gruduk Pemkot

DEMO : Puluhan warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, unjuk rasa di halaman Kantor Kecamatan Benda, Senin (17/6). Warga menuntut ganti rugi lahan untuk pembangunan Tol JORR II tidak merugikan mereka.

KOTA TANGERANG - Persoalan ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan Tol JORR II Cengkareng-Batuceper-Kunciran belum kunjung reda. Senin (17/6), puluhan warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Kecamatan Benda.

Dalam aksi demo itu warga yang menjadi korban gusuran ini menuntut pemerintah agar harga ganti rugi lahan yang terkena gusuran proyek tol yang ditawarkan tidak memiskinkan masyarakat. Pemerintah dianggap terlalu rendah menawar harga. Mereka khawatir, harga tanah yang ditawar oleh pemerintah saat ini, tidak bisa membeli lahan di tempat lain.

Salah seorang pedemo, Delan menyebutkan bahwa ia merasa dirugikan akibat adanya proses pembangunan proyek nasional yang melintas di wilayahnya. Pasalnya, rumah warga pun berdampak pada penggusuran yang biaya pembebasan lahan ganti ruginya tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya, warga menginginkan permeter persegi tanah dihargai Rp6,5 juta, namun hanya dihargai Rp2,6 juta. “Kami turun ke jalan karena membela hak. Kalau tanah dibayar Rp2,6 juta permeternya nggak bisa kebeli rumah lagi,” ujar kakek yang mengaku telah tinggal di kampung tersebut sejak 100 tahun lalu saat ditemui disela unjuk rasa.

Warga lainnya, Encit, mengaku suaminya mengalami gangguan jiwa akibat proyek tol yang berdampak pada pembebasan lahan ini. Encit menuturkan, selain ada sejumlah bangunan rumah warga yang rusak akibat proyek, hingga kini masih ada warga terdampak yang belum menerima ganti rugi pembebasan lahan tol. “Saya minta tolong, suami saya sampai stres gara-gara gusuran. Tanah kami memang sudah kena gusur,” ucapnya.

Encit mengaku, warga korban gusuran Tol JORR II tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah ganti rugi pembebasan lahan. Untuk itu, Encit berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk memfasilitasi dan mencarikan solusi terhadap permasalah ini serta menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar terhadap warga terdampak. “Saya minta Pemkot Tangerang bisa memfasilitasi tuntutan warga korban gusuran Tol JORR II. Saya juga minta ke Walikota untuk menindak tegas okunum yang bermain dalam pembebesan lahan ini,” tutupnya.

Menanggapi hal ini,  Camat Benda, Teddy Rustendi, mengatakan, persoalan ini sudah terjadi sejak 2017 lalu. Pada saat itu, kata Teddy, terdapat 68 bidang tanah terdampak proyek tol yang masuk dalam proses pengadilan. Namun, 27 bidang tanah di antaranya terkendala. “Jadi dari 68 bidang sisa 27 bidang yang masih terkendala,” ujarnya.

Teddy menyayangkan sikap warga yang sebelumnya tidak pernah berkomunikasi dengan pihaknya. Namun, setelah warga kalah dalam persidangan malah mengadukan nasibnya. Kendati begitu, Teddy mengaku siap memfasilitasi warga. Namun tidak dapat membantu lebih jauh terkait permasalahan ini karena merupakan tugas tim jasa penilai aset atau appraisal. “Kalau memfasilitasi saya siap, cuma tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook