Rumah Warga Retak Terdampak Normalisasi Irigasi Pamarayan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 15:05:26 WIB   |  dibaca: 221 kali
Rumah Warga Retak Terdampak Normalisasi Irigasi Pamarayan

RUSAK SEDANG: Rumah warga di Kampung Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal mengalami keretakan pada bagian tembok dan lantai, Senin (17/6).

SERANG - Sejumlah rumah di Kampung Kedung Cinde, Kampung Pemalang, dan Kampung Sedanta, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal mengalami retak-retak pada bagian dinding dan lantai yang diduga akibat terdampak pembangunan normalisasi Irigasi Pamarayan. Akibat dari retaknya dinding dan lantai tersebut, warga merasa was-was saat menempati rumah mereka, terutama pada malam hari.

Pejabat Sementara (Pjs). Kepala Desa Katulisan Ahmad Subarjo Pamungkas membenarkan adanya rumah warga yang retak-retak tersebut. “Iya benar, rumah-rumah warga tembok sama lantainya banyak yang retak karena ada pemasangan paku bumi pada kegiatan pembangunan normalisasi irigasi Pamarayan. Kejadiannya kurang lebih sudah sekitar tiga minggu yang lalu,” kata Subarjo, Senin (17/6).

Ia mengungkapkan, para pemilik rumah tak bisa tertidur karena khawatir rumahnya tiba-tiba ambruk. “Yang sudah menyampaikan ke kami ada tujuh KK (kepala keluarga) tapi masih ada yang belum melaporkan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan kerusakan sejumlah rumah tersebut ke pihak kontraktor yang mengerjakan proyek normalisasi tersebut. “Dari pihak perusahaan sudah pernah ada penawaran rehab bangunan yang rusak, tapi warga menolak. Keinginan warga dikerjakan sendiri khawatir hasilnya kurang maksimal, jadi warga minta ganti rugi dalam bentuk uang tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” tuturnya.

Subarjo berharap, pihak perusahaan yang menjadi pelaksana normalisasi Irigasi Pamarayan tersebut dapat secepatnya mengakomodir keinginan warga tersebut agar keretakan rumah warga tidak melebar. “Untuk pemasangan paku bumi yang di desa kami sudah selesai. Kalau jarak lokasi pemasangan paku bumi dengan rumah warga sekitar 50 sampai 100 meter, jadi terdampak getarannya,” paparnya.

Sementara itu, Camat Cikeusal Iman Saiman mengaku telah mendapat laporan terkait adanya rumah warga yang mengalami keretakan pada bagian dinding dan lintai tersebut. “Kami sudah minta untuk didata semua rumah yang terdampak secara lengkap, tapi informasinya dari pihak desa sudah memfasilitasi warga untuk ketemu sama pihak kontraktornya,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook