Pedagang Pasar Ciruas akan Direlokasi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 15:06:20 WIB   |  dibaca: 324 kali
Pedagang Pasar Ciruas akan Direlokasi

SEMRAWUT: Pedagang Pasar Ciruas menempati sebagian badan jalan Serang-Jakarta sehingga kerap menimbulkan kemacetan, Senin (17/6).

SERANG – Pemerintah Kecamatan Ciruas memastikan akan merelokasi para pedagang Pasar Ciruas yang berjualan di sisi jalan Raya Serang-Jakarta pada akhir bulan ini ke bagian belakang pasar. Relokasi dilakukan karena selain kerap menimbulkan kemacetan, kondisi pasar juga semakin semrawut. Untuk relokasi tersebut, pihak kecamatan telah bekerjasama dengan pemilik lahan yang berada di belakang pasar.

Sekretaris Camat (Sekmat) Ciruas Rana Suherna mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menangani sampah yang menumpuk di depan Pasar Ciruas biar terlihat rapih. “Minggu depan kami akan memberikan sosialisasi kepada para pedagang, bahwa sisi jalan ini harus bersih dan mereka harus berjualan di belakang pasar. Kami sudah menyiapkan lahan kerjasama dengan pemiliknya,” kata Rana saat di temui di Pasar Ciruas, Senin (17/6).

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk relokasi pedagang tersebut seluas kurang lebih 1 hektar milik warga bernama Ukat. Selain itu, para pedagang juga dibebaskan biaya sewa selama satu bulan. “Kalau pedagang itu mau sewa mau tidak, bagi mereka tidak ada masalah, karena di sini juga pasti ada uang salaran, per hari Rp5.000 mah pasti. Memang ini pasar perorangan tapi kami dari pingin Ciruas ini tertata rapih,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi keberatan dari para pedagang, Rana menuturkan, pihaknya kecamatan juga akan memfasilitasi angutan kota (angkot) yang dari arah Walantaka ke Ciruas untuk berbelok ke dalam pasar dan mengetem di dalam pasar. “Untuk pedagang dan tempat ngetem angkot dipastikan bisa tertampung. Kami usahakan paling lambat 26 bulan ini harus sudah pindah ke belakang,” paparnya.

Sedangkan untuk relokasi tersebut, pihaknya akan melibatkan Muspika Kecamatan Ciruas, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kalau sampah yang dihasilkan di Pasar Ciruas ini kurang lebih dalam sehari mencapai 16 kubik. Sedangkan Kecamatan Ciruas mempunya armada hanya empat unit. Sementara yang dilayani bukan hanya di sini tapi juga di perumahan dan tempat lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Hafidz, salah seorang pedagang buah-buahan mengaku tidak keberatan dengan adanya relokasi tersebut, namun ia meminta pemerintah tegas jika ada pedagang yang tidak mau direlokasi. "Memang yang ramai di sini (depan-red) tapi kalau mau di pindah enggak apa-apa, asalkan bareng-bareng," katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook