Anak Dianiaya, Istri Laporkan Suaminya

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 18 Juni 2019 - 15:09:37 WIB   |  dibaca: 1411 kali
Anak Dianiaya, Istri Laporkan Suaminya

MIRIS : Ibu korban didampingi LPA provinsi Banten melaporkan kasus penganiayaan terhadap anak kandung ke Unit PPA Polres Serang Kota, kemarin.

SERANG - SR (16), warga Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang melaporkan suaminya TR (19) atas dugaan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri, bocah laki-laki berumur 3 bulan ke Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang Kota, Senin (17/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi mengatakan, kedatangan SR dan bibinya ke Polres Serang Kota melaporkan kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (15/6) siang kemarin. "Ibunya yang langsung melaporkan didampingi bibinya. Tapi setelah laporan, ibunya terlihat lemah dan mau pingsan, jadi dia langsung kami minta untuk pulang," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di Mapolres Serang Kota.

Menurut Uut, anak pertama hasil pernikahan pada Desember 2018 lalu itu diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh bapak kamdungnya sendiri. Hal itu diungkapkan oleh istrinya. Penganiayaan itu bahkan bukan dilakukan untuk pertama kalinya. "Kejadiannya di rumah orangtua terduga pelaku. Korban mengalami luka lebam di mata sebelah kiri, serta bagian matanya terlihat merah seperti darah beku. Menurut istrinya, korban juga pernah dibanting," ujarnya.

Lebih lanjut, Uut menjelaskan, kasus penganiayaan anak dibawah umur itu diduga ditengarai karena korban sering menangis, sehingga ayah kandungnya emosi dan melakukan pelampiasan kemarahannya dengan cara memukul korban."Mungkin terduga pelaku ini kesal, karena anaknya ini sering nangis," jelasnya.

Uut mengungkapkan, saat ini SR dan anaknya sudah dibawa oleh bibinya dan kondisi anaknya sudah mulai membaik, meski luka memar dan merah pada bagian matanya masih terlihat jelas. Pihaknya juga sudah melakukan visum ke RSUD dr Drajat Prawiranegara dan yelah di serahkan ke penyidik. "Visum luar sudah, tapi untuk dalam belum, apakah ada luka dalam atau tidak kita belum tahu. Untuk saudara TR saat ini tidak diketahui keberadaannya, setelah penganiayaan itu terjadi," ungkapnya.

Uut menegaskan, apabila terbukti melakukan penganiayaan, TR dapat dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak, ancaman dipidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta."Mengingat yang diduga pelakunya adalah ayah kandung,  maka diperberat dengan tambahan pidana satu pertiga dari ancaman pidana. Namun terkait berapa ancaman pidana yang akan dijatuhkan, maka kembali kepada vonis hakim nanti," tegasnya.

Sementara itu bibi korban, Rara membenarkan kasus penganiayaan terhadap anak dari keponakannya tersebut. Saat ini, korban dan keponakannya itu tinggal di rumahnya, sembari mengobati luka lebam bocah tiga bulan tersebut."Kejadiannya kemaren (Sabtu,15/6). Kondisi bayi mendingan  setelah saya kompres," katanya.

Di lain tempat, Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengaku belum menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anaknya tersebut, dari petugas Unit PPA."Belum dapat laporan," katanya singkat. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook