Lahan SDN 1 Sikulan Digugat Warga

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 19 Juni 2019 - 15:32:00 WIB   |  dibaca: 165 kali
Lahan SDN 1 Sikulan Digugat Warga

KONSULTASI : Keluarga ahli waris lahan seluas 460 meter persegi yang kini digunakan untuk bangunan SDN 1 Sikulan melakukan konsultasi kepada Natakusumah dan Partner Advokat Legal Consultan.

JIPUT - Lahan seluas 460 meter persegi yang kini digunakan untuk bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sikulan di Kampung Kadubangban, Desa Sikulan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang digugat warga yang mengklaim sebagai ahli waris dari pemilik sah lahan tersebut, yakni Ato. Dia mengklaim, tanah milik kakeknya atas nama Pelor (almarhumah) itu diduga diserobot oleh pihak sekolah, lantaran telah keluarnya akta hibah.

"Kami tidak terima. Keluarga kami hanya memberikan izin hak guna pakai lahan seluas 460 meter persegi untuk bangunan sekolah, bukan malah dibuatnya akta hibah. Pihak sekolah juga tidak melibatkan keluarga dalam pembuatan akta hibah ini, kami tahunya setelah akta itu terbit," kata Ato ditemui usai melakukan konsultasi permasalahan tersebut kepada Natakusumah dan Partner Advokat Legal Consultan, Selasa (18/6).

Menurut Ato, keluarganya menyetujui jika lahan tersebut digunakan untuk pembangunan sekolah, lantaran akan dibeli oleh pemerintah. Namun hingga sekolah itu dibangun, tidak ada transaksi jual beli tanah. "Sampai sekarang tidak ada transaksi jual beli. Padahal, dulu mau dibeli sama pemerintah, tapi sampai sekarang gak ada," ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya sudah melayangkan surat klarifikasi atas tanah itu kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini belum adanya jawaban. Sementara pihaknya memiliki bukti atas lahan tersebut. "Sudah kita sampaikan, tapi belum ada jawaban. Kami punya buktinya berupa girik, tapi girik ini masih berada di bank BRI. Tapi akan kami ambil," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya berencana mengajukan kasus kepemilikan lahan itu diproses secara hukum melalui proses pengadilan dan diperdatakan. Apalagi hingga kini kepemilikan dan dokumen atas tanah dalam bentuk dan cara apapun tidak pernah dilakukan. "Ada. Kami tidak terima, karena adanya pemalsuan tanda tangan dan lainnya," tambahnya.

Kepala SDN 1 Sikulan, Kecamatan Jiput, Imas membantah jika dalam pengurusan akta hibah atas lahan yang saat ini digunakan lahan sekolah tidak melibatkan pihak dari ahli waris. Dia mengklaim, pengurusan akta hibah disaksikan langsung oleh pemilik lahan, yakni Pelor dan ahli waris lainnya. "Ahli waris juga sudah tahu waktu itu, kebetulan almarhum Pelor atau pemilik lahan masih jeneng (hidup-red), cuman Ato tidak ada, yang ada itu adiknya, Tuti yang menjadi guru di SDN 1 Sikulan," paparnya.

Menurutnya, pihak ahli waris sudah diberikan salinan akta hibah atas lahan seluas 460 meter persegi yang saat ini digunakan bangunan SDN 1 Sikulan. Meski begitu, Imas enggan menjawab saat ditanyakan mengenai surat-surat lahan yang digunakan untuk menjadi dasar atau persyaratan membuat akta hibah. "Sudah saya kasih foto copynya (salinan akta hibah-red)," singkatnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook