Pengadaan Lahan Hambat PSN

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 19 Juni 2019 - 15:53:26 WIB   |  dibaca: 95 kali
Pengadaan Lahan Hambat PSN

TERUS DIPANTAU: Kepala Biro Bina Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Pemprov Banten Nana Suryana memberi keterangan kepada wartawan, kemarin.

SERANG- Dari 11 proyek strategis nasional (PSN) di Banten yang sedang digarap, baru satu yang progresnya telah rampung. Satu PSN itu adalah Bendungan Sindangheula, di Kabupaten Serang. Untuk 10 PSN lainnya masih berkutat atau tertahan pada proses pembebasan lahan.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi rapat pimpinan bidang pertanahan terkait PSN dan non PSN di Banten, yang berlangsung di aula kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (18/6).

Informasi yang dihimpun, progres pembangunan PSN di Banten yang kini sedang digarap adalah capaian hingga triwulan pertama 2019. Pertama adalah Bendungan Karian, dari kebutuhan lahan sesuai penetapan lokasi (penlok) 2.226,44 hektare dengan 5.718 bidang, terealisasi 1.140,13 hektare dengan 2.866 bidang serta progres fisiknya telah mencapai 70,83 persen.

Kemudian, pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) membutuhan 173,19 hektare dengan 3.021 bidang, telah teralisasi 167,52 hektare dengan 3.021 bidang. Sementara prores fisiknya 39,42 persen. Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran (14,2 KM) dari kebutuhan 123 hektare dengan 2.487 bidang dengan yang sudah terbebaskan 98,64 hektare dengan 2.275 bidang. Untuk progres fisiknya sendiri telah mencapai 52,83 persen.

Selanjutnya, pembangunan  tol Serpong-Cinere (10,1 KM) dari kebutuhan 76,1 hektare dengan 2.117 bidang terealisasi 66,21 hektare dengan 1.965 bidang. Untuk progres pembangunan fisiknya mencapai 68 persen.

Lalu tol Serpong-Balaraja (30 KM) dari kebutuhan 437,57 hektare dengan 4.011 bidang baru terealisasi 2,54 hektare atau delapan bidang. Sementara untuk realisasi fisiknya masih 0 persen.

Tol Kunciran-Serpong (11,2 KM) berdasarkan penlok kebutuhan lahan adalah seluas 104 hektare dengan 2.828 bidang. Akan tetapi dalam pelaksanaannya direncanakan lahan yang dibebaskan menjadi 108,64 hektare dengan 2.839 bidang. Dari rencana itu telah terealisasi 107,84 hektare dan 2.823 bidang. Untuk pembangunan fisiknya ada di angka 91,13 persen.

Berikutnya, tol Serang-Panimbang (83,6 KM) dari kebutuhan 785 hektare dengan 6.408 bidang terealisasi 393,29 hektare dengan 5.079 bidang. Untuk fisiknya sendiri telah mencapai 15 persen. Pembangunan Transmisi Interkoneksi Sumatera-Jawa di Banten dari kebutuhan 28,89 hektare dengan 436 bidang terealisasi 19,05 hektare dengan 303 bidang. Sementara progresnya masih 0 persen.

Terakhir, Bendungan Sindangheula sesuai penlok membutuhkan 155 hektare lahan dengan 798 bidang. Dari luas itu telah terbebaskan 134,2 hektare dengan 686 bidang serta progres fisiknya sudah 100 persen atau telah rampung.

Sedangkan untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan percepatan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih pariwisata Tanjung Lesung, progresnya tak diekspose. Seperti diketahui, KEK Tanjung Lesung sedang dalam proses pemulihan pasca diterjang bencana tsunami pada akhir 2018.

Sebenarnya ada dua PSN lainnya di Banten yaitu kereta api ekspres Soekarno Hatta (Soetta)-Sudirman. PSN itu telah rampung dan sudah beroperasi sejak tahun lalu. Sedangkan Bandara Banten Selatan Panimbang telah dicoret oleh pemerintah pusat.

Kepala Biro Bina Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Pemprov Banten Nana Suryana mengatakan, secara umum PSN di Banten telah menunjukan progresnya. Meski demikian dalam pelaksanaannya, masing-masing proyek memiliki kendala yang sebagian besar adalah soal lahan.  

“Kendalanya berbeda-beda tetapi pada umumnya memang ya di pengadaan lahan. Untuk Sindangheula itu juga yang belum beres (pembebasan lahan), sekarang tahapan konsinyasi. Kalau untuk konstruksi sudah 100 persen dan sudah siap untuk pengairan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih terkendalanya pembebasan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya disebabkan oleh adanya keberatan dari masyarakat terkait harga penggantian lahan. “Ada memang masyarakat yang merasa keberatan atas uang ganti rugi. Nah itu sudah ada wadahnya, sudah ada ketentuannya. Yang keberatan bisa mengajukan ke pengadilan,” katanya.

Dari seluruh PSN yang ada, pihaknya memberi perhatian khusus pada pembangunan tol Serpong-Balaraja. Sebab, proyek tersebut memiliki progres yang sangat minim. Diakuinya, hal itu terjadi karena PSN itu telah ditinggalkan oleh konsorsiumnya. Sedangkan untuk penetapan konsorsium baru butuh waktu yang tak sebentar.

“Kendalanya lebih kepada karena itu melibatkan konsorsium, kemarin konsorsium yang sudah ditunjuk ada yang sudah mengundurkan diri. Mungkin terlalu mahal dari harga tanah yang katakannya awalnya sekian jadi dua kali lipat atau lebih sehingga mereka menyatakan untuk mundur,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nana memaparkan, untuk progres PSN lainnya bervariatif dan itu akan terus didorong agar capaiannya bisa optimal. “Kalau progres masing-masing, ada yang sudah sesuai target ada yang belum. Yang penloknya habis bulan ini sudah kami proses untuk perpanjangan,” tuturnya.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan realisasi PSN melalui kewenangan-kewenangan yang dimiliki Pemprov Banten. Pihaknya juga akan terus memfasilitasi dan memercepat setiap tahapan yang memerlukan peran pemprov.“Provinsi Banten konsen sekali menyukseskan PSN karena pasti itu kami berharap akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Banten. Itu yang sedang kita konsenkan,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook