Penganiaya Anak Kandung Dikenal Tempramen

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 19 Juni 2019 - 15:55:02 WIB   |  dibaca: 81 kali
Penganiaya Anak Kandung Dikenal Tempramen

SEDIH: SR didampingi keluarganya saat ditemui di kediamannya di wilayah Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kemarin.

SERANG- TR (19), terduga pelaku penganiaya anak kandung berusia tiga bulan di Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dikenal sosok yang tempramen. Bahkan sang Istri, SR (16), sudah sering menjadi korban kekerasan suami.

SR mengaku resmi menikah dengan suaminya pada akhir tahun 2018. Meski pada saat berpacaran dikenal penyayang, namun setelah menikah dan dirinya hamil, suaminya tersebut berubah tempramen."Sewaktu saya hamil dulu, kaki diinjek, bahkan kepala saya juga pernah diinjek dia (suaminya). Hampir tiap hari saya nangis," kata SR saat ditemui dikediaman bibinya, Selasa (18/6).

SR mengungkapkan meski sudah menikah dan memiliki anak, TR hingga kini tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk anak dan istrinya, TR masih meminta bantuan orangtua."Penghasilan tidak nentu, kerjanya juga serabutan, kadang dia juga ngojek," ungkapnya.

SR mengaku meski dirinya masih mencintai suaminya itu, namun perbuatan kepada dia dan anaknya tidak bisa dimaafkan dan sudah keterlaluan. Dengan berat hati, atas dorongan keluarga dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA), TR akhirnya di laporkan ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Serang Kota."Iya, kemarin sore (Senin, 17 Juni 2019), saya udah lapor sama Pak Lutfi (Ketua LPA Banten)," jelasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Serang Kota Ipda Yuli Haeni membenarkan jika SR sudah melaporkan suaminya TR, kepada kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap anak kandungnya yang masih berusia tiga bulan."Benar kita sudah menerima laporannya. Kita akan memeriksa saksi-saksi," katanya.

Terpisah, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kemensos yang bertugas di Dinsos Kota Serang Dini Nadila mengatakan, langkah pertama yang dilakukannya yaitu dengan melakukan pendampingan psikologi terhadap korban maupun ibunya, agar kembali pulih."Kami akan memberikan dukungam sosial, karena umurnya masih 16 tahun," katanya.

Menurut Dini, meski anaknya yang menjadi korban, ibunya turut mengalami trauma. Apalagi SR juga mengaku sering mengalami kekerasan dalam berumah tangga."Ibu korban juga masih di bawah dan masih belum stabil," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook