Antrean Panjang, WH Minta Loket PPDB Ditambah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 19 Juni 2019 - 16:18:55 WIB   |  dibaca: 137 kali
Antrean Panjang, WH Minta Loket PPDB Ditambah

PANTAU PPDB : Gubernur Banten Wahidin Halim menyapa sejumlah orangtua siswa saat memantau PPDB SMA/SMK di SMAN 10 Kota Tangerang, Selasa (18/6).

TANGERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 ke sejumlah SMA/SMK negeri di Kota Tangerang, Selasa (18/6). Dari hasil pantauannya, secara umum pelaksanaan PPDB 2019 di Banten khususnya wilayah Kota Tangerang berjalan lancar dan tidak begitu banyak antrean.

Akan tetapi, ada satu sekolah yang ditinjaunya mengalami antrean cukup banyak, sehingga Gubernur mengintruksikan untuk dilakukan penambahan loket layanan pendaftaran. "Jangan sampai ada antrean berlebihan, loket layanan pendaftaran harus ditambah dan harus dilayani dengan baik," kata WH, sapaan akrabnya.

Berdasarkan pantauan, setidaknya di empat sekolah yang dikunjungi WH, hanya di SMAN 10 Kota Tangerang yang terjadi antrean cukup panjang. Sementara sekolah lainnya seperti SMAN 2 Kota Tangerang, SMKN 2 Kota Tangerang, SMAN 9 Kota Tangerang tidak mengalami antrean pendaftar yang signifikan.

Gubernur menjelaskan, kebijakan sistem PPDB dengan menggunakan sistem zonasi diterapkan Pemprov Banten karena merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yakni agar mendekatkan warga sekitar dengan sekolahnya. "Jadi hanya masyarakat sekitar sekolah yang mendaftar, sistem zonasi ini memang diterapkan oleh Kemendikbud jadi Pemprov Banten mengikuti," ujarnya.

Terkait dengan adanya antrean, Gubernur memahaminya karena masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa dengan cepat mendaftar maka peluang diterima akan lebih besar. Padahal, lanjut Gubernur, masa pendaftaran peserta didik baru masih berlangsung cukup panjang yakni mulai 17 Juni hingga 22 Juni 2019 mendatang.

Oleh karenanya, WH mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu yang cukup panjang ini dengan sebaik-baiknya. Karena, lanjutnya, meskipun mendaftar sejak awal pembukaan, namun verifikasi yang akan dilakukan akan berpedoman pada zonasi. "Waktunya kan masih panjang, manfaatkan waktu yang ada. Semua kan nanti diverifikasi dulu, tidak mesti yang pertama mendaftar terus pasti diterima," paparnya.

Senada disampaikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, pelaksanaan sistem zonasi untuk melebur sekolah favorit agar sekolah-sekolah merata kualitas dan fasilitasnya. "PPDB tahun ini Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang mengacu pada sistem zonasi," kata Wagub saat melakukan kunjungan ke SMAN 2 Kota Tangerang Selatan.

Dalam kunjungan ini, Wagub Banten juga menegaskan, bahwa kunjungan ini untuk memantau secara langsung alur pendaftaran mulai dari pengambilan nomor antrean, validasi data, verifikasi dan pencetakan jarak rumah ke sekolah, serta input data siswa. "Alhamdulillah ada kemajuan dibanding dengan PPDB 2018," ungkapnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook