Tiga Oknum Guru Cabul Ditahan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 19 Juni 2019 - 16:20:30 WIB   |  dibaca: 1576 kali
Tiga Oknum Guru Cabul Ditahan

SERANG - Satuan Reskrim Polres Serang menetapkan tiga oknum guru salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, berinisial OM, DA dan SA sebagai tersangka kasus pencabulan ketiga siswinya, Selasa (18/6). Kini ketiganya sudah diamankan di Mapolres Serang.

Berdasarkan pantauan Banten Raya pada Selasa siang, sekitar pukul 12.00, ketiga oknum guru tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pemeriksaan dilakukan secara tertutup dan terpisah.

Kasatreskrim Polres Serang AKP David Candra Babega membenarkan jika pihaknya sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Mereka ditangkap pada Selasa (18/6) dini hari di rumahnya masing-masing di wilayah Cikeusal."Sudah kita amankan, sedang dalam pemeriksaan dan pendalaman. Ketiganya sudah jadi tersangka," kata David kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut David, penyidik masih melakukan pendalaman atas perbuatan ketiga pelaku terhadap ketiga anak didiknya tersebut. Apalagi, pelaku dan korban dikabarkan memiliki hubungan khusus selain guru dan murid. "Nanti kita kembangkan, dugaan sih ada (perbuatan pelaku kepada korban sering dilakukan)," ujarnya.

Lebih lanjut, David menjelaskan, penetapan tersangka dan penahanan dilakukan karena pihaknya menilai, kasus dugaan pencabulan itu sudah memenuhi unsur dan penyidik sudah memiliki alat bukti yang cukup kuat."Bukti visum sudah ada, keterangan saksi-saksi juga sudah dilakukan," jelasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Uut Lutfi mendesak kepolisian untuk membongkar kasus tersebut hingga tuntas. Sebab pihaknya menduga ada korban-korban lain di sekolah tersebut. "Kami juga meminta kepolisian untuk menjerat pelaku dengan Undang-Undang Perlindungan anak, dengan begitu terduga pelaku yang juga guru para korban hukumannya bisa diperberat. Seharusnya guru itu mengayomi bukan melakukan tindakan asusila," katanya.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memecat dua guru honorer SLTP di Kecamatan Cikeusal yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap siswanya. Pemecatan dua guru honorer dilakukan langsung oleh kepala sekolah tempat mereka mengajar. Sedangkan untuk guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), Pemkab Serang masih menunggu putusan pengadilan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri mengaku telah mendapat perintah dari Bupati Serang Rt Tatu Chasanah agar menindak tegas para guru pelaku pelecehan seksual tersebut. “Untuk pegawai honorernya saya minta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Asep Nugrahajaya-red) melalui kepala sekolahnya untuk segera memecat oknum guru yang melakukan tindakan asusila,” kata Entus.

Sedangkan untuk oknum guru yang berstatus ASN pihaknya telah memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mohamad Ishak untuk memberhentikannya sementara. “Kalau sudah terbukti bersalah akan kita berhentikan dengan tidak hormat karena perbuatan tersebut tidak pantas untuk dilakukan tenaga pendidikan. Grade moral mereka seharusnya lebih tinggi dari pegawai yang lain,” ujarnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya memastikan dua guru honorer yang melakukan pelecehan seksual tersebut telah dipecat. “Sudah dipecat yang guru honorer. Hari Jumat (14/6) kemarin saya langsung bertemu dengan kepala sekolahnya dan saya perintahkan untuk memanggil pelaku dan saya dipertemukan di sekolah tempat mereka mengajar,” kata Asep.

Asep menuturkan, berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka membantah telah melakukan pemerkosaan karena ada yang dilakukan suka sama suka. “Tapi itu kan perlu pembuktian tapi pengakuan salah satu pelaku bernama OM, kadang dia melakukan di luar sekolah, tapi pernah juga di dalam sekolah. Tapi yang jelas kami mengkategorikannya sebagai tindakan pencabulan,” paparnya.

Sedangkan untuk pelaku lain bernama DA mengaku hanya pacaran biasa dengan salah satu korban namun tidak sampai melakukan hubungan badan. “Bahkan ada pelaku yang mengaku tidak pacaran dan juga tidak melakukan hubungan badan. Kalau si OM memang mengaku melakukan hubungan badan sampai hamil. Tapi saya sepakat polisi mengamankan mereka,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, kasus pencabulan yang dilakukan oleh ketiga oknum guru terhadap 3 siswinya tersebut terungkapdari laporan Bunga (bukan nama sebenarnya) kepada petugas kepolisian yang melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh OM, salah seorang guru SLTP tersebut.

Pemerkosaan dilakukan di ruang laboratorium komputer sekolah pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 atau saat jam istirahat sekolah. Selain Bunga, dua rekanya yakni Melati dan Mawar juga disetubuhi oleh dua guru berbeda pada waktu yang sama saat Bunga diperkosa.

Setelah kasus itu mencuat ke publik, dua siswi korban pencabulan akhirnya melaporkan dua guru berinisial DS dan AS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, Senin (17/6) sore. Dan pada Selasa (18/6) dini hari ketiga oknum guru itu akhirnya ditangkap polisi. (darjat/tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook