Polisi Kumpulkan Keterangan dan Alat Bukti

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 20 Juni 2019 - 12:26:42 WIB   |  dibaca: 139 kali
Polisi Kumpulkan Keterangan dan Alat Bukti

VISUM: Tim LPA Banten ketika membawa bocah yang menjadi korban penganiayaan bapak kandungnya, saat menjalani visum di RSUD dr Drajar Prawiranegara, Selasa (18/6) lalu.

SERANG- Satreskrim Polres Serang Kota belum menetapkan tersangka terhadap TR (19), terduga penganiaya anak kandungnya sendiri yang berusia 3 tahun. Kepolisian hingga saat ini masih mengumpulkan barang bukti, Rabu (19/6).

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi, serta melengkapi dan kumpulkan alat buktinya, seperti visum dan yang lainnya. "Kita masih lengkapi bukti-bukti dulu, untuk menjerat terlapor menjadi tersangka," katanya kepada Banten Raya.

Menurut Ivan, apabila sudah alat bukti sudah terkumpul dan saksi-saksi sudah diperiksa, kepolisian baru melakukan langkah selanjutnya dengan menetapkan pelaku sebagai tersangka dan bisa menangkapnya."Setelah cukup bukti dan menjadi tersangka, barulah kita lakukan penangkapan," ujarnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi mengatakan, pasca penganiayaan anak itu viral di media sosial, terduga pelaku TR kabur dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya."Sampai hari ini, suaminya kabur. Ketahuan (dipukul)-nya, bayinya nangis. Sehari sebelumnya (Jumat, 14 Juni 2019), ibunya bilang sempat dibanting juga (anaknya)," katanya.

Sebelumnya, ibu korban SR mengaku terpaksa melaporkan suaminya itu karena sudah berbuat kasar kepada anak laki-lakinya yang baru berusia 3 bulan. Dengan didampingi Ketua LPA Banten, dan bibinya, pada Senin (17/6) resmi melaporkan suaminya dengan membawa bukti visum. "Iya, kemarin sore saya udah lapor sama Pak Lutfi (Ketua LPA Banten)," katanya.

Menurut SR, perlakuan kasar suaminya itu bukan hanya terjadi untuk pertama kalinya. Sewaktu masih mengandung, suaminya juga bersikap kasar kepada dirinya. Selain menggunakan tangan kosong, pria yang baru dinikahi pada Desember 2018 lalu itu juga sering mengumpat."Sewaktu saya hamil dulu, kaki diinjek, bahkan kepala saya juga pernah diinjek dia (suaminya). Hampir tiap hari saya nangis," ujarnya.

SR mengungkapkan meski sudah menikah dan memiliki anak, TR hingga kini tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk anak dan istrinya, TR masih meminta bantuan orangtua."Penghasilan tidak nentu, kerjanya juga serabutan, kadang dia juga ngojek," ungkapnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook