Pegawai UIN Banten Ikut Pembinaan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 20 Juni 2019 - 12:40:13 WIB   |  dibaca: 406 kali
Pegawai UIN Banten Ikut Pembinaan

PEMBINAAN: Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman (empat dari kanan) foto bersama usai melakukan pembinaan kepada pegawai dalam acara halalbihalal di Aula Kampus, Rabu (19/6).

SERANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Banten  menggelar acara pembinaan pegawai dan halalbiHalal, Rabu (19/6). Acara yang dilaksanakan di Aula Sjadzli Hasan ini, dihadiri oleh seluruh pejabat, dosen, guru besar dan para pegawai di lingkungan UIN SMH Banten. Turut hadir sebagai narasumber, Imam Besar Masjid Istiqlal dan juga mantan Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman menyampaikan pentingnya silaturahmi diera digital yang sangat dahsyat ini. Dimana manusia dipaksa menjadi generasi ‘menunduk’ dan tidak lagi menggunakan hubungan fisik yang hangat.

“Kita dipaksa untuk ‘menunduk’, orang tidak lagi menggunakan hubungan fisik yang hangat diera digital ini. Istirja’ lebih sering dilakukan lewat HP, Pak Menteri tidak pernah mengucapkan istirja’ di HP, baginya buat apa istirja’ kalau tidak menengok keluarganya” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan silaturahmi maka seseorang akan bertambah keilmuannya, dapat membangun keharmonisan dan akan terhindar dari hoax. “Orang besar seperti Imam Nawawi yang banyak bukunya itu, dikarena beliau suka silaturahmi. Kita harus mampu merangkai menenun benang-benang yang kusut dengan silaturahmi,” ujarnya.
     

Di akhir sambutannya, Rektor berpesan dan berharap semoga dengan silaturahmi ini terjalin hubungan antara pegawai, dosen guna pembangunan UIN yang berkualitas dan maju. "Bukanlah silaturahmi itu saling memberi imbalan dan menjaga hubungan.

Bagaimana kita membangun hubungan yang intim antara pegawai, dosen untuk dapat membangun perguruan tinggi yang berkualitas agar maju. Jangan yang sudah ditenun itu dirusak, jangan seperti perempuan yang pernah menenun lalu dikoyak-koyak, karena kita tidak pernah membangun silaturahmi,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Nasaruddin Umar mengawali tausiyahnya menjelaskan makna etimologis dan historisitas dari istilah halalbihalal. Ia menjelaskan pentingnya halalbihalal atau silaturahim karena spirit inti Alquran adalah cinta. “Spirit inti Alquran adalah cinta, maka silaturahmi ini penting. Tidak hanya sesama umat Islam, tetapi juga agama lain wajib dimuliakan bahkan mayat sekalipun, karena mereka adalah Bani Adam,” jelasnya.

Untuk itu, ia juga menekankan pentingnya silaturahim yaitu dengan cara menjaga ukhuwwah makhlukiyyah.“Silaturahim yang paling penting adalah ukhuwwah makhluqiyyah. Tidak hanya manusia, tetapi juga kepada tumbuhan, binatang dan benda padat. Bahkan Alquran memperkenalkan halalbihalal tidak hanya kepada yang hidup, tetapi juga kepada yang mati,” Tandas Guru Besar Ilmu Tafsir ini dengan mengutip Surat Al-Ahzab ayat 56, dan Al-Baqarah ayat 151. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook