Defisit Rp 12,5 M, Pilkades Serentak Diundur

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 20 Juni 2019 - 12:44:35 WIB   |  dibaca: 370 kali
Defisit Rp 12,5 M, Pilkades Serentak Diundur

SOSIALISASI : Suasana rapat dan sosialisasi Pilkades Serentak 2019 oleh DPMPD Kabupaten Tangerang di Aula Kantor DPMPD Tangerang, Rabu (19/6).

KAB. TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang memutuskan mengundur pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Pesta demokrasi tingkat desa itu seharusnya digelar pada 17 November, namun mundur menjadi 9 Desember.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa DPMPD Kabupaten Tangerang, Ahmad Hafid, membenarkan, pelaksanaan Pilkades Serentak diundur 9 Desember mendatang.Ahmad menjelaskan, mundurnya pelaksana Pilkades serentak karena kebutuhan anggaran untuk mengelar pilakdes tersebut defisit Rp 12,5 miliar.

“Kami butuh anggaran Rp 17,5 miliar untuk menggelar pilkades. Sedangkan anggaran yang ada baru Rp 5 miliar. Akhirnya, kami putuskan Pilkades ditunda hingga 9 Desember,” kata pria yang akrab dipanggil Hafid ini kepada wartawan usai sosialisasi Pilkades Serentak di Aula Kantor DPMPD Kabupaten Tangerang, Rabu (19/6).

Selain masalah anggaran, kata Hafid, penundaan itu juga karena tiga kepala desa (kades), yakni kades Kadu Sirung, Kecamatan Pagedangan; kades Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, dan kades Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan yang baru habis jabatanya akhir November. “Dari 153 desa yang akan menggelar Pilkades Serentak, ternyata tiga kepala desa baru habis jabatanya akhir November,” ungkapnya.

Atas kekurangan anggaran pilkades, Hafid menyebutkan, Pemkab Tangerang sudah menganggarkannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Derah Perubahan (APBD-P) 2019. Pencairan APBD-P yang diprediksi pada Desember mendatang tidak akan menghambat pelaksanaan pilkades. Artinya, Pilkades Serentak pada 9 Desember tidak akan mengalami penundaan. “Penundaan pilkades ini, hanya mengantisipasi jika pencairan dana pilakdes pada APBD-P terlambat. Jika Desember, saya yakin pelaksanaan pilkades tidak akan ditunda lagi, karena dananya sudah cair,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesal Rasyd mengatakan, berdasarkan hasil rapat dan sosialisasi Pilakdes serentak 2019 yang dihadiri sejumalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan DPMPD.

Diputuskan pelaksanaan Pilakdes Serentak ditunda 9 Desember. Penundaan itu, kata pria yang akrab dipanggil Rudi Maesal ini untuk mengatisipasi  molornya pencairan dana Pilakdes yang bersumber dari APBD-P. “Ya ditunda Desember. Menunggu dana pilakdes cair,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, Pemkab Tangerang melalui DPMPD akan memulai tahapan Pilakdes Serentak pada Agustus mendatang, diantaranya pembentukan panitia tingkat desa dan logistik pilkades. Untuk itu, Rudi berharap, proses pelaksanaan Pilakdes Serentak bisa dilakukan sebaik-baiknya. “Saya berharap, Proses pelaksanaan Pilkades 2019 bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pembentukan panitia dan losigstik paling lambat Agustus mendatang,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook