PT Sundiro Lunasi Piutang PBB

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 20 Juni 2019 - 12:47:05 WIB   |  dibaca: 205 kali
PT Sundiro Lunasi Piutang PBB

LUNAS PBB : Petugas Bapenda Kabupaten Serang telah mencabut plang pengumuman tunggakan pajak di lahan milik PT Sundiro Indonesia karena telah melunasi piutang PBB, belum lama ini.

SERANG – Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang untuk menagih piutang pajak bumi dan bangunan (PBB) milik beberapa perusahaan dengan cara memasang plang pengumuman menunggak pajak membuahkan hasil. Salah satu perusahaan yang menindaklanjuti pemasangan plang tersebut yaitu, PT Sundiro Indonesia di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer.

Kepala Bapenda Kabupaten Serang Deddy Setiadi mengatakan, upaya pemasangan plang pengumuman mendapat respons positif dari pemilik lahan. “Alhamdulillah kalau PT Sundiro Indonesia yang di Anyer sudah melunasi utang PBBnya setelah lahannya kita pasangi plang. Untuk nilainya bisa ditanyakan di bidang pemeriksaan,” kata Deddy, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/6).

Ia menjelaskan, tidak dibayarnya PBB oleh pihak perusahaan selama lima tahun lebih karena terjadi misskomunikasi antara pemilik lahan dengan pihak pengelola. “Jadi menurut pengakuan pemiliknya bukan tidak mau membayar hanya saja ada kesalahan komunikasi. Yang jelas kami mengapresiasi apa yang dilakukan pemilik PT Sundiro yang telah melunasi utang PBBnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemilik PT Pondok Kalimaya Putih (PKP) sampai saat ini belum menunjukan itikad baiknya untuk membayar piutang pajaknya walaupun asetnya lebih dipasangi plang pengumuman. “Untuk PT PKP sampai sekarang belum ada tindak lanjut tapi tetap kita upayakan agar utangnya dibayar. Kami juga sudah mengimbau kepada pengelolanya untuk tidak merusak plang sebelum utangnya dilunasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pemeriksaan dan Keberatan Bapenda Kabupaten Serang Sofian Hadi mengatakan, pelunasan piutang PT Sundiro Indonesia dilakukan pada pertengahan puasa bulan lalu. “Iya sudah dibayar lunas. Untuk nilainya kalau tidak salah di atas Rp700 juta tapi untuk lebih jelasnya harus lihat data dulu,” ujarnya. (tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook