Emping Mancak Dijual ke Jepang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 20 Juni 2019 - 12:48:45 WIB   |  dibaca: 289 kali
Emping Mancak Dijual ke Jepang

MAJUKAN UMKM: Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid (tengah) foto bersama dengan stafnya di sela-sela kegiatan ulang tahun UMKM, Senin (17/6).

SERANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang memastikan beberapa produk unggulan yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Serang mulai diminati pasar internasional. Namun penjualan produk UMKM tersebut baru dilakukan melalui aplikasi penjualan online dan belum dilakukan melalui kegiatan ekspor.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, pihaknya pada Senin (17/6) lalu menghadiri ulang tahun UMKM di Tangerang Selatan. Dalam kegiatan tersebut pemerintah pusat mendorong pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produknya sampai ke tingkat internasional. “Kami hadir ke sana sekaligus membawa produk unggulan kita,” kata Wahid saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/6).

Selain itu, dalam kegiatan tersebut digelar diskusi yang diselenggarakan oleh International Council for Small Business (ICSB) yang diketuai Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany untuk tingkat Provinsi Banten. “Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai mekanisme dan prosedur ekspor sebagai upaya untuk memacu pelaku UMKM untuk mengekspor produk-produknya,” tuturnya.

Wahid yang juga menjabat sebagai Sekretaris ISCB Kabupaten Serang itu mengaku, beberapa produk UMKM Kabupaten Serang sudah layak untuk diekspor namun masih ada keterbatasan-keterbatasan. “Seperti emping, itu sudah dijual ke Jepang, Arab Saudi, dan Korea tapi penjulanya baru melalui aplikasi online. Ke depan kita dorong agar bisa dilakukan ekspor, hanya memang untuk ekspor persyaratannya cukup ketat,” ujarnya.

Selain emping, produk UMKM lain yang diminati pasar internasional yaitu, batu fosil dan gerabah dan beberapa produk lainnya. “Memang untuk ekspor ini perlu ada pembinaan yang lebih serius lagi karena kalau jumlahnya banyak harus ada SKA (surat keterangan asal). Tapi dengan adanya ISCB yang baru dibentuk tiga tahun lalu ini pelaku UMKM akan terbantu untuk menjual produknya ke pasar internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kabupaten Serang Babay Suhendri mengatakan, para pelaku UMKM harus memanfaatkan keberadaan ISCB yang memiliki jaringan tidak hanya nasional namun juga tingkat internasional. “Sebenarnya lebih enak saat ini untuk memasarkan produk UMKM selain bisa melalui online juga bisa difasilitasi ISCB. Jadi ISCB ini berkerjasama dengan duta besar Indonesia yang ada dibeberapa negara,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook