Pertumbuhan Ekonomi Banten Melambat

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Selasa, 18 September 2018 - 13:13:40 WIB   |  dibaca: 497 kali
Pertumbuhan Ekonomi Banten Melambat

KONFERENSI PERS : Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Rahmat Hernowo (kanan) menyampaikan pemaparan, didampingi Ketua ISEI Banten H.E Rahmat Taufik, dan Tim Advisory ekonomi dan Keuangan BI Banten Sugeng Siswanto pada konferensi pers kajian ekonomi dan Keuangan regional (KEKR) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan acara diskusi bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Serang-Banten di Gedung BI Banten, Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 7 Palima, Kota Serang, Senin (17/9).

SERANG - Perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II 2018  mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat pertumbuan ekonomi Banten di kuartal II hanya mencapai 5,59 persen lebih rendah dibandingkan kuartal I sebesar 5,90 persen.


Persoalan perlambatan ini mengemuka pada konferensi pers kajian ekonomi dan keuangan regional (KEKR) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan acara diskusi bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Serang-Banten di Gedung BI Banten, Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 7 Palima, Kota Serang, Senin (17/9).

Hadir dalam diskusi, Kepala Perwakilan BI Banten Rahmat Hernowo, dan Ketua ISEI Banten H.E Rahmat Tahufik, dan Tim Advisory ekonomi dan Keuangan BI Banten Sugeng Siswanto.“Ini antara lain karena kemarin ada momen Idul Fitri.

Biasanya selama momen ramadan dan pasca Idul Fitri ada industri-industri tertentu yang mengurangi produksi. Nah siklus itu yang akhirnya secara  keseluruhan mempengaruhi pertumbuhan (ekonomi Banten) jadi turun,” kata Kepala Perwakilan BI Banten Rahmat Hernowo Rahmat Hernowo kepada wartawan.“Misalnya diindustri garmen sebelum dan saat momen bulan puasa permintaan garmen pasti sangat tinggi. Tapi setelah bulan puasa, permintaan dia akan turun,” sambung Wowo.


Kemudian, industri lain yang melakukan pengurangan produksi industri perajin kursi yang tidak terkait dengan momen lebaran.“Mungkin orang gak butuh kursi di saat momen lebaran. Jadi, dia (perusahaan pembuat kursi) akan mengurangi produksinya. Kira-kira itu konsep dan siklusnya. Jadi siklusnya lagi turun,” katanya.

Faktor penghambat pertumbuhan lainnya yakni, disebabkan oleh rendahnya realisasi sektor industri pengolahan diisi sektoral serta melambatnya komponen net ekspor  disisi pengeluaran.“Ini sebetulnya siklus. Kalau lihat di tahun 2017 siklusnya itu memang turun. Terus kami perkirakan ekonomi Banten pada kuartal II itu turun. Ternyata betul (turun) setelah melihat data BPS,” katanya.


Wowo menuturkan, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II masih berada dalam level yang tinggi dan berada diatas pertumbuhan ekonomi Nasional yakni 5,27 persen.“Sementara di level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten merupakan yang tertinggi keempat setelah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DI Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook