Pantai Teluk Kembali Diguncang Tsunami

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 24 Juni 2019 - 12:27:44 WIB   |  dibaca: 425 kali
Pantai Teluk Kembali Diguncang Tsunami

SIMULASI TSUNAMI: Warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan berkumpul ketika mengikuti kegiatan simulasi bencana tsunami di pesisir Pantai Teluk, Sabtu (22/6) lalu.

LABUAN - Warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dibuat panik setelah sirene tsunami Selat Sunda berbunyi. Warga yang sedang asyik menikmati suasana pesisir pantai, sontak berlarian.

Mendapat informasi itu, pihak desa dan ketua RT setempat bergerak cepat memberikan imbauan kepada warga melalui kentongan agar menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Saat air laut mulai pasang, warga berlarian untuk menyelamatkan diri ke bukit Cieksel. Demikian gambaran cerita simulasi bencana tsunami yang digelar oleh Pemrakarsa Wahana Visi Indonesia bersama masyarakat di pesisir Pantai Teluk, Sabtu (22/6).

"Sekarang ketua RT pergi ke musala mengumumkan informasi tsunami ini kepada warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Desa Teluk, Endin Fahrudin, dengan pengeras suara jinjing.

Setelah mendapat informasi tersebut, anak-anak hingga orang tua tampak berlarian. Keringat menetes dari wajah polos mereka saat tiba di tempat perhentian karena berada di lokasi yang lebih tinggi. "Ketika speaker musala bunyi ada tsunami, saya takut dan kaget," kata Sukmariah warga setempat.

Dia mengatakan, sebelumnya sudah mengetahui tata cara menyelamatkan diri jika terjadi potensi tsunami. "Tau sih kalau ada tsunami kita harus menyelamatkan diri ke tempat yang aman," ujarnya. Perwakilan Pemrakarsa Wahana Visi Indonesia, Maria menjelaskan, kegiatan simulasi bencana tsunami digelar untuk mengenalkan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat agar mereka lebih tanggap bencana.

"Kegiatan itu semata-mata merupakan wujud kepedulian sesama agar warga Pandeglang yang tinggal di pesisir pantai tahu bagaimana saat menyelamatkan diri ketika terjadinya bencana tsunami atau berhubungan dengan kebencanaan," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan beberapa hari kedepan. Karena tidak seorang pun bisa memprediksi kapan bencana terjadi. Termasuk bencana tsunami yang baru saja terjadi di Pandeglang pada akhir tahun 2018 lalu. "Adapun batas waktu kegiatan berbagi antar sesama ini direncanakan sampai akhir Juni," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook